NewsPMI dan Habitat Perkuat Kapasitas Masyarakat untuk Hunian yang Lebih Aman di...

PMI dan Habitat Perkuat Kapasitas Masyarakat untuk Hunian yang Lebih Aman di Aceh Utara

ACEH UTARA – Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Habitat for Humanity Indonesia memperkuat kapasitas masyarakat Kabupaten Aceh Utara dalam membangun dan memperbaiki hunian dan permukiman yang lebih aman serta tangguh terhadap bencana melalui pelatihan Participatory Approach to Safe Shelter Awareness (PASSA) dan Build Back Safer (BBS).

Pelatihan berlangsung selama lima hari, 22–26 Agustus 2026, dan melibatkan 31 peserta yang terdiri dari 11 relawan PMI serta 20 warga dari Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Sawang. Dengan pendekatan partisipatif, peserta diajak mengidentifikasi risiko, memahami kondisi hunian dan permukiman, serta menentukan kebutuhan dan solusi yang sesuai dengan konteks wilayah masing-masing.

“PMI tidak hanya ingin menyediakan hunian, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana dengan sama-sama mengidentifikasi risiko dan kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan permukiman mereka,” ujar Aristia Fathah, Koordinator Shelter PMI Pusat.

Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari delapan langkah PASSA serta prinsip Build Back Safer untuk membangun dan memperbaiki hunian dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan risiko bencana.

“Melalui pelatihan PASSA ini, kami di Habitat Indonesia merasa sangat bersyukur bisa berjalan beriringan dengan masyarakat bersama PMI Indonesia. Kami berharap pembelajaran mengenai delapan langkah PASSA yang telah kita lalui bersama dapat menjadi bekal bagi warga untuk menata kembali serta memperkuat hunian dan permukiman pascabencana agar lebih tangguh menghadapi masa depan,” ujar Dwi Agustanti, Senior Manager for Housing Disaster Resilient and Recovery, Habitat for Humanity Indonesia.

Bagi masyarakat, pelatihan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya keterlibatan mereka dalam proses pemulihan. Yusri, warga Kecamatan Langkahan, mengatakan pelatihan membantu masyarakat memahami peran mereka setelah menerima bantuan.

“Kami jadi tahu bahwa saat menerima bantuan, kami tidak hanya menerima bantuan, tetapi kami juga harus mengerti tentang regulasi dan belajar bagaimana bisa berdiri sendiri dan tahapan apa saja yang harus kami lakukan,” kata Yusri.

Kolaborasi PMI dan Habitat ini diharapkan tidak hanya mendukung pembangunan dan perbaikan hunian, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko, mengambil keputusan yang lebih aman, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan oleh relawan dan peserta kepada masyarakat lainnya di Kecamatan Langkahan dan Sawang.|DIMAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Yuk Ngopi Cantik di ACE INN Hotel Banda Aceh

BANDA ACEH — Menikmati kopi dan hidangan sambil bersantai...

Mengintip Peran Strategis Rekind dalam Pembangunan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

Di balik pembangunan Pabrik Soda Ash pertama di Indonesia...

Berbulan-bulan Bertahan di Tenda, Enam KK Korban Banjir Blang Peuria Menanti Kepastian Hunian

ACEH UTARA — Banjir yang melanda Desa Blang Peuria, Kecamatan...

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan...

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh...