Advertorial350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun...

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan rehabilitasi kebun kelapa sawit yang rusak akibat banjir hidrometeorologi pada November 2025 lalu. Program pemulihan tersebut mencakup lahan seluas 411 hektare yang tersebar di Kecamatan Ranto Peureulak dan Kecamatan Peunaron.

Program Rehabilitasi Kebun Kelapa Sawit Petani Swadaya itu diluncurkan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Satuan Tugas Pusat Unggulan Produksi Lestari (Satgas PUPL). Kegiatan perdana dilaksanakan di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kamis (18/6/2026).

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan rehabilitasi dilakukan untuk membantu petani memulihkan kebun sawit yang terdampak banjir besar pada 26 November 2025.

Menurut Al-Farlaky, program tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL) melalui program National Initiative for Sustainable & Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS).

“Kami mengapresiasi siapapun yang membantu petani dan masyarakat Kabupaten Aceh Timur pascabanjir. Bantuan ini meringankan beban petani,” kata Al-Farlaky saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia menjelaskan, upaya pemulihan dilakukan melalui berbagai bentuk bantuan, mulai dari penyediaan alat kerja, pembersihan lahan, hingga penyaluran pupuk dolomit. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kebun agar kembali produktif.

Petani penerima bantuan merupakan petani binaan yang telah mengikuti program kelapa sawit berkelanjutan sejak 2023.

“Melalui program ini kami berharap produktivitas kebun sawit masyarakat dapat segera pulih sehingga kesejahteraan petani kembali meningkat,” ujarnya.

NISCOPS merupakan program kerja sama internasional yang didanai oleh Pemerintah Belanda dan Inggris. Program ini bertujuan mendukung petani sawit swadaya dalam menghasilkan minyak sawit yang berkelanjutan, ramah iklim, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Bupati Aceh Timur juga mengajak berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi membantu pemulihan daerah tersebut pascabanjir. Menurutnya, Aceh Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup besar akibat bencana yang terjadi pada akhir 2025 lalu.

“Kami terbuka untuk siapapun datang membantu masyarakat Aceh Timur,” pungkasnya.[]

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Perkuat Peran EPC Nasional, Rekind Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Petrokimia Gresik

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) kembali memperkuat kiprahnya dalam...

Tak Berhenti, Bupati Al-Farlaky Kembali Lobi Wamensos RI Perjuangkan Pencairan Jadup

Jakarta-- Upaya mempercepat pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) bagi...

Ketua PCNU Lhokseumawe Bekali Santri Pemahaman Turats, Tegaskan Pentingnya Penguasaan Kitab Kuning

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota...

Forbes DPR RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Pengibaran Bendera Bintang Bulan

BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI...