LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh sejak 8 Juni 2026. Dampaknya, ribuan pelajar tidak lagi menerima makan bergizi gratis program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto itu.
Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe A Haris dihubungi Rabu (10/6/2026) menyebutkan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk program SPPG.
Karena itu, dia sudah mengintruksikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe memberitahu seluruh sekolah yang terdampak atas penghentian SPPG itu.
“Kami akan memberitahukan sekolah terdampak akibat SPPG tidak melayani lagi untuk sementara. Kemudian kami juga menyurati Badan Gizi Nasional (BGN) agar menyelesaikan persoalan ini. Karena ini program nasional tergantung BGN menyelesaikan hal ini,” terang A Haris.
Dia berharap, persoalan itu bisa segera diselesaikan. Sehingga layanan untuk pelajar normal kembali.
SPPG Tutup Bertambah
Sementara itu, Koordinator SPPG Kota Lhokseumawe, Muhammad Aris Muladi, menyebutkan hingga saat ini sebanyak sembilan SPPG menghentikan operasi sementara dengan dalih tidak memiliki biaya operasional.
Dia merincikan pada 9 Juni 2026 sebanyak enam SPPG menghentikan operasional sementara. Lalu pada 10 Juni 2026 bertambah tiga SPPG menghentikan operasional sementara dari 26 SPPG di Kota Lhokseumawe. Kondisi itu telah dilaporkan ke BGN.
“Dampaknya layanan untuk sejumlah sekolah terganggu. Kami sudah laporkan kondisi ini ke BGN,” pungkasnya.|KCM|MUMUL

Subscribe to my channel

