NewsPutusnya Jembatan Sawang Ancam Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Aceh Utara

Putusnya Jembatan Sawang Ancam Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Aceh Utara

Aceh Utara – Putusnya Jembatan Sawang di, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Jembatan ini merupakan infrastruktur strategis yang menghubungkan empat gampong, yaitu Lhok Cut, Kubu, Blang Cut, dan Gunci, sekaligus Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.

Jembatan itu penghubung menuju pusat Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Akibat kerusakan jembatan pascabencana banjir, masyarakat kehilangan akses utama untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Ketua Pemuda Gampong Sawang, Afrizal mengatakan kini warga hanya mengandalkan rakit sederhana sebagai sarana penyeberangan sungai.

“Kondisi tersebut sangat berisiko dan tidak layak untuk mobilitas masyarakat dalam jangka panjang,” kata, Afrizal, Kamis (29/1).

Ia menambahkan setiap hari masyarakat dan anak-anak harus menyeberangi sungai menggunakan rakit. Situasi ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Ia menyebutkan setiap warga yang menggunakan jasa penyeberangan menggunakan rakit dikenai biaya sebesar Rp10.000. Dalam kondisi ekonomi pascabencana yang belum stabil, beban ini semakin menyulitkan masyarakat.

Afrizal, menegaskan bahwa jika debit air sungai meningkat, empat gampong tersebut berpotensi terisolir total. “Jembatan Sawang adalah jantung perekonomian masyarakat. Tanpa jembatan, kehidupan warga lumpuh,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait dapat menjadikan pembangunan jembatan rangka baja permanen sebagai prioritas penanganan pascabencana.

“Kami sangat menaruh harapan besar kepada Pemerintah Pusat agar segera turun tangan., dan pemulihan ekonomi warga tidak boleh terus dipertaruhkan di atas rakit darurat,”pungkasnya.

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di...

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana...

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan...