ACEH UTARA– Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah merespon banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh dua hari terakhir. Padahal, dua kabupaten itu baru saja beralih masa transisi darurat banjir.
“Kami pastikan untuk masyarakat yang terbaik. Kita tau sungai-sungai sudah dangkal. Itu harus dilakukan normalisasi sungai,” sebut pria akrab disapa Dek Fadh ini di Pelabuhan Krueng Geukuh, Kabupaten Aceh Utara,
Dia menyebutkan Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan Satuan Tugas Sungai yang telah dibentuk Presiden RI Prabowo Subianto untuk menormalisasi seluruh sungai dangkal itu.
Dia mencontohkan, sungai di Kabupaten Pidie Jaya yang telah dangkal pascabanjir pada 26 November 2025 lalu, kini telah selesai dilakukan normalisasi.
“Sungai lainnya juga begitu, akan dilakukan normalisasi segera. Kami koordinasi terus dengan Satgas Sungai agar seluruh sungai kita normal kembali, sehingga tidak banjir lagi,” terangnya.
Dia memastikan Satgas Sungai akan menormalisasi seluruh sungai di 18 kabupaten/kota pascabanjir.
“Kami harap masyarakat bersabar sembari pengerjaan normalisasi sungai dilakukan. Tetap waspada akan bencana banjir,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, banjir terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur, 8 Januari 2026. Ratusan warga terpaksa mengungsi. Hingga saat ini, sebagian kecamatan dalam dua kabupaten itu masih terendam banjir.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

