LHOKSEUMAWE– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh memastikan sebagian besar mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dapat beroperasi melayani nasabah, termasuk di wilayah terparah bencana banjir dan longsor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Prabu Dewanto Sabtu (13/12/2025) menyebutkan, mayoritas mesin ATM di lokasi terparah bencana sudah dapat beroperasi dengan normal.
Misalnya, untuk Kabupaten Aceh Bener Meriah empat ATM Bank Aceh Syariah (BAS) dan tujuh ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) telah beroperasi. Sedangkan di Aceh Tengah 10 ATM BAS dan 16 ATM BSI,
Untuk Kabupaten Gayo Lues baru 11 ATM BAS dan 3 ATM BSI. Berikutnya Kabupaten Aceh Tenggara baru 14 ATM BAS dan 15 ATM BSI.
Sedangkan Kota Langsa baru 8 ATM BAS dan 5 ATM BSI, Aceh Tamiang sebanyak 4 ATM BAS dan 9 ATM BSI. Lalu Aceh Timur sebanyak11 ATM BAS dan 12 ATM BSI. Sedangkan Aceh Utara 19 ATM BSI dan Kabupaten Bireuen 21 ATM BAS dan 34 ATM BSI.
“Kami terus berkoordinasi dengan perbankan untuk memastikan operasional mesin ATM pada sejumlah bank di wilayah kerja BI Lhokseumawe. Bahkan, untuk Kota Lhokseumawe, seluruh ATM sudah beroperasi,” tegasnya.
Dia memastikan ketersediaan uang tunai di lokasi bencana terpenuhi. Sehingga masyarakat bisa melakukan penarikan tunai pada ATM atau kantor cabang bank yang telah beroperasi.
“Kami terus menjaga kelancaran layanan keuangan di wilayah terdampak banjir dan longsor,” pungkas Prabu.
Sebelumnya diberitakan banjir dan longsor terjadi pada 26 November 2025 di 18 kabupaten/kota di Aceh. Ribuan bangunan rusak dan ratusan orang meninggal dunia di Aceh.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

