ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengintruksikan seluruh camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyerahkan data berupa fisik dan digital paling lambat 4 Januari 2026 pukul 12.00 WIB.
Intruksi itu disampaikan dalam rapat evaluasi penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana (R3P) Kabupaten Aceh Utara di Pendopo Bupati Aceh Utara, Sabtu (3/1/2025).
Seterusnya data itu akan disempurnakan oleh tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara. Seterusnya data itu akan diserahkan ke Pemerintah Aceh pada 7 Januari 2026 untuk ditetapkan menjadi R3P Provinsi Aceh.
“Kita bersiap memasuki masa rehabilitasi dan rekontruksi. Saya sudah intruksikan paling lambat data masuk 4 Januari 2026 dari seluruh sektor, pertanian, peternakan, pendidikan, dan lain sebagainya. Termasuk instansi vertikal yang berada di Aceh Utara,” terang pria akrab disapa Ayahwa ini.
Selain itu, dia meminta agar seluruh dinas membuat data detail sesuai format yang telah diberikan oleh BNPB.
“Libatkan semua ASN untuk pendataan agar bisa segera. Jika perlu bantuan dari ASN kantor lainnya bisa komunikasi dengan Sekda, agar segera pendataan ini selesai dilakukan. Kita sudah bersiap memasuki rehabilitasi dan rekontruksi Aceh Utara,” terangnya.
Penerima Rumah Tahap 2
Selain itu, dia meminta data penerima rumah tahap dua segera difinalkan. Sehingga bisa sesegera mungkin dikirimkan ke BNPB. Tujuannya, agar masyarakat korban banjir bisa menerima dana tunggu hunian sembari menunggu pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.
“Begitu data tahap dua masuk, langsung saya tandatangani surat keputusan dan kita serahkan ke BNPB. Saya imbau masyarakat pro aktif membantu kepala desa, menyerahkan data yang dibutuhkan seperti foto-foto ke kepala desa, agar data tahap dua bisa segera kita serahkan ke BNPB,” katanya.
Untuk tahap satu, Ayahwa telah menyerahkan 4.000 lebih data penerima rumah ke BNPB. Data itu akan diverifikasi faktual oleh BNPB barulah ditetapkan sebagai penerima rumah korban banjir oleh lembaga negara itu.
“Saya terima kasih atas dukungan semua pihak, BNPB dan semua lembaga yang membantu masyarakat Aceh Utara. Terpenting kita kerja terus tanpa libur, agar masyarakat terlayani,” pungkasnya.
Sebelumnya banjir merendam 25 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025. Kabupaten Aceh Utara menempati kerusakan terbesar dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Saat ini tercatat 226 korban jiwa dan enam dilaporkan hilang.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

