BENER MERIAH – Jalan lintas provinsi menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, enam bulan setelah bencana masih rusak parah.
Dampaknya, akses lalu lintas orang dan barang dari dan menuju kawasan tengah Provinsi Aceh itu terkendala. Jalanan ini baru dikerjakan secara darurat oleh pemerintah pascabanjir pada 26 November 2025 lalu. Badan jalan amblas dan tanah longsor sangat sulit dilalui kendaraan.
Dampak lainnya, wisatawan minim berkunjung ke Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Jika melintas dari Aceh Utara, melewati Gunung Sala, langsung terlihat hamparan kerusakan jalan terlihat jelas. Sehingga pengendara baik roda dua dan empat harus ekstra hati-hati.
Kondisi jalan semakin parah ketika memasuki Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
Salah seorang warga Pih Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Samsul Bahri, Minggu (24/5/2026) menyebutkan, saat hujan jalan itu juga terendam banjir. Sehingga sangat susah dilalui oleh pengendara.
“Untuk perbaikan jalan sebagian telah dilakukan swadaya oleh masyarakat. Namun, namanya swadaya, ya seberapa mampu saja,” ujarnya.
Sedangkan warga Desa Ulee Nyeu, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Tajuddin, menyebutkan sangat sulit melewati jalan itu. “Dampaknya harga kebutuhan sayuran dan lain sebagainya dari Aceh Tengah ke Aceh Utara jadi mahal. Karena petani kesulitan membawa barang ke Aceh Utara,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Petanaat Ruang Provinsi Aceh, Mawardi, belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.|KOMPAS|MUMUL

Subscribe to my channel

