ACEH UTARA – Banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, mengakibatkan 163.317 jiwa warga mengungsi di 718 titik pengungsian.
Selian itu, 39 warga dilaporkan meninggal dunia. Operasi pencarian masih terus dilakukan pemerintah daerah.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat (5/12/2025) menyebutkan, akses jalan tertimbun longsor, jembatan putus dan jalan amblas membuat operasi pencarian susah dilakukan.
Mereka saat ini kekurangan alat berat untuk melakukan pembersihan badan jalan. Selain itu, distribusi bantuan lewat jalur sungai dan laut juga terkendala kekurangan perahu.
Kendala lainnya, sinyal dan listrik padam di sejumlah kecamatan membuat sulit berkomunikasi dengan warga pedalaman.
Fasilitas umum dan rumah rusak 1.493 unit rusak berat, 2.345 rusak sedang dan 3.183 rusak ringan. Jumlah ini dipastikan bertambah seiring pendataan yang lebih detail dari aparat desa dalam 24 kecamatan terdampak banjir.
“3852 desa terendam, jumlah masyarakat terdampak banjir 204.928 jiwa. Kami kerahkan semua milik pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan dan pencarian korban,” pungkasnya.
Sekadar diketahui,banjir di kawasan itu mulai terjadi 22 November 2025. Kini sejumlah titik masih terisolir dan belum bisa diakses. Sedangkan kabuapten lain di Aceh banjir baru terjadi pada 26 November 2025.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

