Mustafa dan istrinya Ermiani, aparat Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dua hari dua malam menggantung di pohon bersama istri dan anaknya 26-27 November 2025.
Pasangan suami istri itu penuh heroic menyelamatkan dua anaknya. Tersangkut dan berpegangan dengan pohon kraton yang tumbuh subur di desa itu.
“Sangkut di bak biek (pohon kratom). Dua hari dua malam,” kata Ermiani, di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/12/2025).
Dia bersyukur Allah masih menyelamatkan nyawa mereka berempat. Sepanjang dua hari itu pula dia bertahan. Memeluk erat suami dan dua anaknya. Uniknya, korban banjir tidak merasakan lapar dan haus.
Mereka bertahan di deras banjir, dinginnya air sembari hujan yang turun deras. Ditambah dia sedang mengandung calon bayi kelimanya.
Seluruh kekuatan dikerahkan untuk bertahan. Baru pada hari ketiga banjir mereka keluar dari kubangan lumpur. Menuju RSUCM Aceh Utara memeriksa kondisi kesehatannya.
“Dua anak saya, kami titipkan di pengungsian bersama ibu saya. Karena saya harus di rumah sakit,” katanya.
Namun takdir berkata lain. Bayi dalam kandungannya tak bisa diselamatkan. Saat tiba di rumah sakit, bayi itu dinyatakan telah meninggal dunia.
“Saya ingin segera pulang ke rumah. Tapi rumah kami hancur, saya rindu pada anak saya dan ibu saya yang sekarang sedang di pengungsian,” terangnya.

Dioperasi
Humas RSCUM Aceh Utara Harry Laksamana menyebutkan usia kandungan Ermiani 20 minggu. Telah dilakukan operasi oleh dr Iskandar Sp.OG.
“Dua hari terakhir dirawat intensif. Kondisinya sudah sangat baik. Selain itu luka di kaki kirinya juga sudah diobati. Beberapa hari ke depan sudah bisa pulang,” terangnya.
Kini rumah sakit itu menjadi rujukan ratusan pasien korban banjir. Direktur RSUCM Aceh Utara Syarifah Rohaya menyebutkan rumah sakit plat merah itu menggratiskan seluruh biaya rumah sakit unuk korban banjir.
“Baik itu korban yang ada identitas maupun tak ada identitas. Semua kita layani dan pastikan perawatannya,” pungkasnya.
Sekadar diketahui,banjir di kawasan itu mulai terjadi 22 November 2025. Kini sejumlah titik masih terisolir dan belum bisa diakses. Sedangkan kabuapten lain di Aceh banjir baru terjadi pada 26 November 2025.
|ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

