ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menyatakan kini stok barang untuk korban banjir sudah tersedia dan mencukupi untuk beberapa hari ke depan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil menyatakan bahan pangan lainnya seperti minyak goreng, ikan dalam kemasan, pempes, pembalut wanita, minyak goreng dan lain sebagainya untuk pengungsi masih sangat dibutuhkan.
“Kita sudah buka posko tingkat kecamatan di 27 kecamatan. Kepala desa agar koordinasi dengan camat soal bantuan. Jangan ada yang tidak kebagian beras, beras kita cukup 200 ton saat ini,” terang pria akrab disapa Ayahwa ini, Kamis (4/12/2025).
Dia menyebutkan distribusi bantuan harus merata ke 471 titik pengungsian dalam kabupaten itu. Kebutuhan pengungsi lainnya seperti obat-obatan, air bersih, pakaian hingga terpal untuk tenda sementara.
“Seluruh tim di lapangan terus bekerja keras mendistribusikan bantuan secepatnya dan secara merata,” tegasnya.
Dia meminta warga atau koordinator pengungsi bisa segera berkomunikasi dengan kepala desa untuk mengambil bantuan beras di kantor kecamatan.
“Tetaplah berkoordinasi dengan petugas di posko pengungsian dan ikuti arahan dari aparat pemerintah setempat. Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, tertib, dan semangat gotong royong.”
Dia menyebutkan distribusi bantuan bukan hanya siang hari. Namun untuk menjangkau daerah terluas itu juga dilakukan malam hari.
“Siang malam kita antar bantuan. Jadi mari saling koordinasi, kita lewati musibah ini bersama-sama,” pungkasnya.
Sekadar diketahui,banjir di kawasan itu mulai terjadi 22 November 2025. Kini sejumlah titik masih terisolir dan belum bisa diakses. Sedangkan kabuapten lain di Aceh banjir baru terjadi pada 26 November 2025.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

