NewsMereka Berjuang dan Mengabdi di Panti…

Mereka Berjuang dan Mengabdi di Panti…

LHOKSEUMAWE – Siang itu, matahari terik “membakar” di Jalan Darussalam, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Disitulah Sulaiman Ali, menjalani hidup bersama keluarganya di rumah dan toko. Belakangnya persis kompleks STIKes dan Panti Asuhan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Lhokseumawe.

Sulaiman, bukan wajah baru di panti itu. Dulu, dia juga penghuni panti. Saat itu, masih di gedung berbentuk barang militer, ukurannya 20 x 60 meter di Desa Lancang Garam, Kota Lhokseumawe. Tempat tidur anak panti berjejer layaknya barak militer

Sulaiman pun mengenang masa itu. “Dulu belum semewah ini. Kami masih mirip tentara menetap di sini,” sebut Sulaiman, ditemani Wakil STIKes Muhammadiyah Abdul Gani Haitamy, Rabu (30/7/2025)

Kini dia menjabat Ketua Majelis Pelayanan Sosial, PD Muhammadiyah Lhokseumawe. Panti itu didirikan 1964. Baru 1972 seorang pengusaha Alkalaly mewakafkan tanahnya di lokasi saat ini berdiri bangunan panti.

“Seiring waktu, ada bantuan dari berbagai pihak, maka berdirilah gedung sekarang ini,” terangnya.

Sejak dulu, alumus panti itu sekitar 500 orang tersebar ke seluruh dunia. Sebagian besar sebagai pengusaha, pegawai negeri, dosen dan pengurus panti.

Saat ini, sekitar 35 orang menetap di panti. Pengurus menanggung biaya dari makan, jajan, buku dan pendidikan hingga jenjang SMA. Jika anak panti cerdas, diberikan jalur beasiswa di STIKes Muhammadiyah.

“Sebagian yang cerdas-cerdas diberikan beasiswa, bahkan sampai ke luar Aceh semisal perguruan tinggi Muhammadiyah di Jogjakarta,” terangnya.

Dia berharap, pemerintah memberikan bantuan lebih khusus ke anak panti. Saat ini, bantuan uang makan dari pemerintah sekitar Rp 15.000 per anak per panti.

“Jadi kami agak kesulitan juga, misalnya rehab gedung. Kalau kita rehab gedung tak cukup biaya makan anak panti. Ini perlu perhatian khusus pemerintah,” pungkasnya.

Kini, Sulaiman bersama pengurus lainnya mengelola panti untuk putra dan putri. Mereka puluhan tahun menghadapi berbagai cerita dari anak panti.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Menjaga Hijau di Balik Energi Bersih: Rekind Ikut Pemulihan Lahan Disposal PLTP Salak 7

SUKABUMI | PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku anggota joint...

Lewat Garang Kids U-12, Bupati Al- Farlaky Jaring Talenta Muda Atlet Sepak bola

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Soal Jembatan Bolong Viral, Sekda Aceh Utara Perintahkan PU Segera Perbaiki

LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, segera...

Unimal Perkuat Komunikasi Kader Gampong Paloh Punti untuk Tekan Stunting

LHOKSEUMAWE — Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat kapasitas komunikasi kader...

Viral, Jembatan Bolong Menuju SD Pedalaman Aceh Utara Membahayakan Murid

LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang...