PolhukamHakim Tetapkan 2 Oknum TNI AL jadi Tersangka Pembunuhan Sales Mobil di...

Hakim Tetapkan 2 Oknum TNI AL jadi Tersangka Pembunuhan Sales Mobil di Aceh

ACEH UTARA – Majelis Hakim Pengadilan Militer I.01 Banda Aceh memerintahkan dua saksi Kelasi Dua Aldi Yudha Prasetyo dan Kelasi Dua Nur Azlam Affandi, personel TNI AL Lhokseumawe menjadi tersangka.

Keduanya saksi mahkota dalam kasus pembunuhan terhadap sales mobil Hasfiani (37) akrab disapa Imam warga Desa Uteuen Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Keduanya dijerat dengan pasal 181 KUHPidana tentang perbuatan menyembunyikan kematian atau kelahiran seseorang dengan cara mengubur, menyembunyikan, membawa lari, atau menghilangkan mayat. Ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.

Pelaku utama pembunuhan itu, Kelasi Dua Dede Irawan, prajurit TNI AL Lhokseumawe, pada 14 Maret 2025.

Dede Irawan dijerat pasal berlapis yaitu, pasal 340 tentang pembunuhan berencana, UUD darurat atas kepemilikan senjata api dan Pasal 181 berupaya menghilangkan atau menyembunyikan kematian korban. Ancaman maksimal hukuman mati.

Sidang digelar terbuka untuk umum dipimpin Letkol Chk Arif Kusnandar dan hakim anggota Lektol Chk Hari Santoso dan Mayor Chk Raden Muhammad Hendri.

Pengadilan secara marathon dua hari terakhir itu mengungkapkan peran kedua prajurit itu dalam membantu tersangka utama membuang mayat korban dan menutupi perbuatan pidana itu.

Karena itu, hakim berpendapat kedua saksi mahkota itu menjadi tersangka dalam persidangan digelar di Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Juru bicara Pengadilan Militer I.01 Banda Aceh, Mayor Chk Raden Muhammad Hendri, Kamis (8/5/2025) menyebutkan, persidangan digelar di Pengadilan Negeri Lhokseumawe untuk memudahkan oditur militer menghadirkan para saksi dalam persidangan itu.

“Kami gelar di Lhokseumawe agar mudah mendatangkan saksi, persidangan marathon agar bisa segera selesai proses persidangannya,” terang Raden pada wartawan.

Dalam persidangan bertindak sebagai oditur atau jaksa Bambang Permadi. Sedangkan Panitera Lettu Chk Ageng Suyanto. Hari ini, sidang dengan agenda memeriksa terdakwa.

Sebelumnya, Kelasi Dua berinisial DI membunuh sales mobil Imam pada 14 Maret 2025. Mayatnya dibuang ke Gunung Sala, Kabupaten Aceh Utara dan dimasukan ke dalam karung.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Yuk Ngopi Cantik di ACE INN Hotel Banda Aceh

BANDA ACEH — Menikmati kopi dan hidangan sambil bersantai...

Mengintip Peran Strategis Rekind dalam Pembangunan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

Di balik pembangunan Pabrik Soda Ash pertama di Indonesia...

Berbulan-bulan Bertahan di Tenda, Enam KK Korban Banjir Blang Peuria Menanti Kepastian Hunian

ACEH UTARA — Banjir yang melanda Desa Blang Peuria, Kecamatan...

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan...

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh...