Categories: News

Pertamina Patra Niaga IT Lhokseumawe Dorong Kemandirian Petani Tambak

Lhokseumawe – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat dengan mendukung inovasi pakan udang mandiri berbahan limbah organik bagi petani tambak di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

IT Manager Lhokseumawe, Revi Mei Arisandi mengatakan program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pemberdayaan ekonomi dan lingkungan. Selain itu, inovasi ini juga hadir sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi para petambak, terutama tingginya biaya pakan komersial yang menjadi kendala utama dalam usaha budidaya udang.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi model yang direplikasi oleh kelompok petani tambak lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Selain meningkatkan kemandirian petambak, program ini juga mendorong prinsip ekonomi sirkular dengan pemanfaatan limbah menjadi sumber daya yang bernilai,” ujar Revi.

Ia menjelaskan, dengan memanfaatkan limbah pasar berupa jeroan ikan dan ayam, serta ikan rucah sebagai bahan baku utama, inovasi ini dapat mengurangi ketergantungan petambak pada pakan komersial dan berkontribusi dalam pengurangan limbah pasar sebesar 2,250 ton per tahun.

Melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan teknis, para petani tambak dibekali pengetahuan mengenai formulasi pakan alternatif, teknik pengolahan limbah, pemilihan bahan baku, pencampuran, pembentukan pellet, pengeringan, penyimpanan serta manajemen pemberian pakan yang lebih efisien. Hasilnya, produksi pakan mandiri ini mampu menekan biaya operasional hingga Rp3.682.000 per siklus, sekaligus meningkatkan produktivitas tambak.

“Dengan sinergi berbagai pihak, Pertamina Patra Niaga optimis bahwa program ini dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Revi.

Ke depan, program ini direncanakan menjadi pusat studi budidaya udang di wilayah Lhokseumawe pada tahun 2028, berfungsi sebagai tempat pelatihan dan penelitian bagi petani, akademisi, dan pihak lain yang tertarik. Langkah ini diharapkan dapat memperluas dampak positif program dan mendukung replikasi di wilayah lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I,M.Si memimpin rapat percepatan pembangunan hunian tetap…

14 hours ago

Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi Dairi Menjadi 12,3 Ton Per Hektar

Sumatera Utara – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan,…

15 hours ago

Bappenas Berharap Rekind Jadi Motor Penggerak Industrialisasi

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., berharap…

18 hours ago

Nah Lo, 10 Kepala Dinas Berstatus Penjabat di Aceh Utara

ACEH UTARA- Sebanyak 10 kepala dinas, badan, dan kantor bersatus penjabat di Kabupaten Aceh Utara,…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Menjadi Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan…

3 days ago

2 Warga Aceh Tamiang Korban TPPO di Madagaskar

KUALA SIMPANG| Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, bergerak cepat merespons…

4 days ago

This website uses cookies.