AdvertorialMelihat Gerakan Perbaikan Sanitasi untuk Atasi Stunting di Aceh Utara

Melihat Gerakan Perbaikan Sanitasi untuk Atasi Stunting di Aceh Utara

PEMERINTAH Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menyalurkan bantuan perbaikan sanitasi untuk masyarakat. Tahun lalu, sebanyak 75 warga miskin menerima bantuan ini. Besaran dana Rp 8,5 juta per penerima.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat miskin di Aceh Utara untuk memiliki sanitasi yang layak,” tutur Mahyuzar.

Dia menyebutkan bantuan ini untuk membangun sendiri jamban yang sehat sehingga bebas dari BAB secara sembarangan.

Selain itu, sebutnya lingkungan yang tidak sehat bisa menyebabkan diare dan cacingan pada anak. Pada anak yang cacingan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi tidak diserap oleh tubuh. Bahkan, dalam kondisi tertentu, tubuh memecah cadangan makanan untuk melawan infeksi sehingga membuat anak menjadi kurus. Infeksi berulang yang terjadi dalam waktu cukup lama bisa menjadi faktor pemicu terjadinya stunting.

Kondisi menjadi tantangan berat bagi pemerintah Aceh Utara, upaya yang sudah dilakukan saaat ini untuk mengatasi masalah sanitasi adalah membuat jamban umum di meunasah-meunasah.

Sehingga, pemerintah mengeluarkan Peraturan Bupati No 45 tahun 2021 tentang Peran Gampong Dalam Penurunan Stunting terntegrasi telah diuraikan dengan detil tentang sanitasi dan air bersih.

Kegiatannya diurai dalam pasal 7 ayat 6 yaitu pembangunan, rehabilitasi, peningkatan dan pemeliharaan : sumur resapan, sumber air seperti mata air, tandon penampungan air hujan atau sumur bor dan sambungan air bersih milik Gampong ke rumah tangga (pipanisasi).

Juga untuk pembangunan, rehabilitasi, peningkatan dan pemeliharaan fasilitas jamban umum dan jamban keluarga, fasilitas pengelolaan sampah Gampong atau permukiman seperti tempat penampungan sementara dan bank sampah, sistem pembuangan limbah (drainase dan air limbah rumah tangga), sanitasi permukiman (gorong-gorong dan drainase).

Poin-point yang diatur dalam Perbub tersebut membuka ruang yagn sangat bear kepada pemerintahan dalam penggunaan anggaran untuk keperluan megnatasi persolan air bersih dan sanitasi.
Selain itu pemerintah Aceh Utara juga membangun jaringan ke propinsi atau lintas sectoral lainnya yang bisa mendukung perbaikan sanitasi dan air bersih.

Upaya-upaya itu merupakan bentuk intervensi sensitif dalam penanganan stunting. Seperti diketahui ada dua bentuk intervensi dalam penangan stunting yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi sensitif merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting yang umumnya berada di luar persoalan kesehatan. Intervensi sensitif terbagi menjadi 4 jenis yaitu penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi serta peningkatan akses pangan bergizi.

Pemkab Aceh Utara telah melakukan berbagai upaya agar stunting bisa di reduksi dari ke waktu ke waktu termasuk melakukan intervensi sensitif terakit dengan airbersih dan sanitasi, karena ini menajdi persoalan masyarakat Aceh Utara.

Selain memberi ruang yang lebar kepada pemrintah gampong untuk berperan dalam penanganan stunting pemerintah kabupaten juga melakukan upaya-upaya lain baik ditingkat propinsi mapun lintas sektoral di kabupaten.

Bantuan yang sama juga pernah diterima sebelmnya oleh 49 warga yang tersebar di Kecamatan Pirak Timu, Lhoksukon, Syamtalira Bayu, Banda Baro, Sawang, Baktiya, Nisam, Matangkuli, Paya Bakong, Kuta Makmur, Samudera, Syamtalira Aron dan Tanah Luas.

“Semua bidang kita intervensi agar penurunan stunting ini segera bisa kita lakukan,” pungkas Mahyuzar.

|ADVERTORIAL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

14 Rumah Penyintas Banjir Terbengkalai 4 Bulan di Aceh Utara, Tukang Pulang Mengaku Tak Digaji

LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir...

TVRI Aceh Rumahkan 17 Kontributor Saat Kontrak Masih Berjalan, IJTI: Jangan Korbankan Ujung Tombak Pemberitaan

BANDA ACEH – Kebijakan TVRI Aceh merumahkan 17 kontributor...

Setahun Menanti Pulang di Utara…

Reza Angkasah terlihat kesal bukan kepalang siang itu, Jumat...

DPRK Aceh Timur Setujui Pertanggungjawaban APBK 2025, Bupati Al-Farlaky Banjir Apresiasi

ACEH TIMUR – DPRK Aceh Timur menyetujui Rancangan Qanun...

Bupati Ayahwa Saksikan Festival Layang Tunang, Syamtalira Aron Terbang Tinggi

ACEH UTARA — Semangat melestarikan permainan tradisional kembali terasa...