News3 PNS Tersangka Dugaan Korupsi Belum Diberhentikan, Ini Respon Pemkab Aceh Utara

3 PNS Tersangka Dugaan Korupsi Belum Diberhentikan, Ini Respon Pemkab Aceh Utara

ACEH UTARA – Tiga dari lima tersangka kasus dugaan korupsi di Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh hingga, Rabu (10/8/2022) belum diberhentikan sementara. Pasalnya, ketiganya tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Utara.

“Dalam regulasi ASN disebutkan, ASN yang ditahan baru bisa diberhentikan sementara dan penghasilannya hanya diberi 50 persen dari jabatan terakhir,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Utara, Syarifuddin per telepon.

Dia menyebutkan, jika seorang pegawai negeri sipil menjadi tersangka dalam kasus hukum dan dilakukan penahanan, baru bisa diberhentikan sementara. “Jadi istilahnya itu pemberhentian sementara, bukan non aktif. Itu atas dasar dia (ASN) ditahan atas kasus hukum dengan surat penahanan dari aparat penegak hukum,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi, dihubungi per telepon tidak memberi respon apakah dirinya akan mencopot jabatan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Pesan singkat yang dikirimkan hanya dibaca saja dan tidak dijawab.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen, Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Arif Kadarman, dihubungi terpisah menyebutkan, timnya terus memeriksa lima tersangka dalam kasus itu.

Kelima tersangka itu yakni Kepala Baitul Mal Aceh Utara, YI (43) berstatus non ASN. Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, ZZ (46), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial M (49). Kemudian Ketua Tim Pelaksana RS (36), ketiganya berstatus ASN. Terakhir Koordinator Tim Pelaksana, berinisial Z (39) berstatus non ASN.
“Berkasnya segera dilengkapi, sembari menunggu hasil audit kerugian negara,” pungkas Arif.

Sebelumnya diberitakan Kejari Aceh Utara menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah duafa tahun 2021 di Baitul Mal Aceh Utara. Total rumah dibangun 251 dengan anggaran Rp 11,2 miliar.

Pembangunan mulai dikerjakan 31 Agustus 2021 dengan jangka waktu 120 hari kalender seluruh rumah selesai dibangun. Namun sampai saat ini, rumah itu belum rampung 100 persen.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

14 Rumah Penyintas Banjir Terbengkalai 4 Bulan di Aceh Utara, Tukang Pulang Mengaku Tak Digaji

LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir...

TVRI Aceh Rumahkan 17 Kontributor Saat Kontrak Masih Berjalan, IJTI: Jangan Korbankan Ujung Tombak Pemberitaan

BANDA ACEH – Kebijakan TVRI Aceh merumahkan 17 kontributor...

Setahun Menanti Pulang di Utara…

Reza Angkasah terlihat kesal bukan kepalang siang itu, Jumat...

DPRK Aceh Timur Setujui Pertanggungjawaban APBK 2025, Bupati Al-Farlaky Banjir Apresiasi

ACEH TIMUR – DPRK Aceh Timur menyetujui Rancangan Qanun...

Bupati Ayahwa Saksikan Festival Layang Tunang, Syamtalira Aron Terbang Tinggi

ACEH UTARA — Semangat melestarikan permainan tradisional kembali terasa...