LHOKSEUMAWE – Sebanyak 31 warga Rohingnya, Kamis (10/2/2022) dilaporkan kabur lagi dari kamp penampungan sementara di Kota Lhokseumawe. Mereka kabur setelah sebelumnya merobek pagar terbuat dari seng di lokasi penampungan itu. Ini merupakan gelombang keempat warga Rohingnya asal Myanmar itu kabur dari lokasi penampungan.
Jurubicara Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingnya Kota Lhokseumawe, Marzuki, per telepon, Jumat (11/2/2022) menyebutkan, mereka yang kabur terdiri dari tiga pria dan 28 wanita. Diduga mereka kabur menuju Malaysia untuk bertemu keluarganya di negeri jiran itu.
“Mereka itu menggunting seng pagar. Padahal, di sana itu sudah kita lengkapi kamera pengawas, ada petugas jaga juga. Mereka kabur pagi-pagi sekali saat petugas masih tidur,” kata Marzuki.
Dia menyebutkan, Pemerintah Kota Lhokseumawe, sudah meminta lembaga dunia yang menangani pengungsi UNHCR untuk segera membawa warga Rohingnya itu ke lokasi penampungan permanen. Sehingga tidak kabur lagi.
“Saat ini, 41 warga yang tersisa di lokasi penampungan itu. Jumlah awal mereka itu 105 orang yang ditarik dari perairan untuk didaratkan di Lhokseumawe atasnama kemanusiaan,” kata Marzuki.
Sebelumnya diberitakan, setelah sempat terombang ambing di perairan Aceh dan kemudian ditarik menggunakan kapal milik TNI AL ke pelabuhan Krueng Geukuh , Aceh Utara, Kamis (30/12/2022) malam. Mereka ditampung sementara di kamp Lhokseumawe.
|KOMPAS

Subscribe to my channel

