Categories: Edukasi

Kisah Pemuda Lhokseumawe Raut Untung Budidaya Ikan Lele di Tengah Pandemi

LHOKSEUMAWE-   Budidaya ikan lele bisa menjadi peluang usaha di tengah pandemi COVID-19. Seperti yang dilakukan Khaidir (31), pemuda Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe yang sukses merintis budidaya ikan lele hinggan menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.

Dia mengakui mulai menekuni budidaya ikan lele awal Maret tahun lalu. Hal itu dilakukan untuk mengisi kegiatannya sehari-hari selama Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.

Untuk mengembangkan ikan lele dia memanfaatkan lahan yang ada dibelakang rumahnya dengan membangun empat kolam penuh ikan lele . Kolam terpal itu beragam ukuran, disesuaikan dengan ukuran tanah. Ada yang 2 x 7 meter dan ukuran lainnya.

“Awalnya saya terjun ke usaha bisnis lele itu awal pandemi covid-19. Saat itu kondisinya mulai jenuh dan ada kerjaan serta tidak ada pemasukan sama sekali. Jadi, disaat itu saya berpikir untuk memanfaatkan lahan dibelakang rumah untuk membuat kolam ikan lele,” kata  Khaidir saat ditemui dirumahnya, Jumat (15/10/2021).

Khaidir menyebutkan bisnis ikan lele yang ditejuninya itu sudah berjalan hampir dua tahun. Bahkan sudah 7 kali panen. Khaidir menyebutkan, modal awal pertama kali menjalankan bisnis budidaya ikan lele itu sebesar Rp 13 Juta.

“Dengan modal awal Rp 13 Juta itu sudah termasuk membangun kolam terpal serta 10.000 bibit ikan lele,” katanya.

Lanjutnya, panen tahap awal dia dapat menghasilkan Rp 18 juta dan itu sudah termasuk modal awal Rp 13 juta. Menurutnya, saat itu dia menghasilkan keuntungan sekitar Rp 5 Juta. Sedangkan, untuk panen selanjutnya, khaidir bisa menghasilkan keutungan 80 persen.

Khaidir menyebutkan ikan lele yang dipanen tersebut kita jual kepada pengumpul dengan harga Rp 18.000 per kilogram. Sedangkan untuk restoran dan rumah makan sekitar Rp 23.000 per kilogram.

“Untuk rencana dan harapan kedepan, saya akan menambah kolam lagi.”katanya.

Khaidir mengajak generasi milenial untuk menjadi entrepreneur. Sebab untuk menjadi pengusaha tidak perlu banyak uang, namun keinginan dan ketekunan.

“Motivasi dari saya kepada para generasi milenial, jangan pernah putus semangat meskipun dengan kondisi pandemi saat ini. jangan jadikan kendala bagi kalian untuk merintis bisnis, karena apapun usaha yang kalian lakukan harus yakin pada usaha yang kalian lakukan,”pungkasnya.

| MUL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…

1 day ago

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…

2 days ago

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

4 days ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

4 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

5 days ago

This website uses cookies.