Pagi masih muda ketika Asnah mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalan dari Desa Dama Pulo menuju Kota Idi Rayeuk. Seperti hari-hari sebelumnya, siswi yatim itu harus menempuh perjalanan cukup jauh demi bisa sampai ke sekolahnya. Di tengah keterbatasan ekonomi yang membelit keluarganya, semangat untuk menuntut ilmu tak pernah surut.
Perjuangan Asnah belakangan menjadi perhatian publik setelah foto dan videonya beredar luas di media sosial. Banyak orang tersentuh melihat kegigihan remaja tersebut yang tetap berangkat sekolah dengan sepeda dayung, meski kondisi keluarga jauh dari kata berkecukupan.
Kisah yang menyentuh hati itu akhirnya sampai ke telinga Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. Mengetahui kondisi yang dihadapi Asnah, ia segera meminta jajarannya menghadirkan gadis tersebut bersama sang ibu ke Pendopo Bupati.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan itu. Di hadapan Asnah dan ibunya, Al-Farlaky menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin jahit serta uang saku untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada anak-anak yang memiliki semangat besar untuk meraih pendidikan meskipun hidup dalam keterbatasan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi penyemangat bagi Asnah untuk terus belajar,” ujar Al-Farlaky.
Bagi Asnah, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian materi. Mesin jahit yang diterima keluarganya menjadi harapan baru untuk menambah penghasilan dan membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan begitu, beban ekonomi yang selama ini dirasakan sang ibu diharapkan dapat sedikit berkurang.
Di mata Al-Farlaky, kisah Asnah adalah cerminan semangat pantang menyerah yang layak menjadi inspirasi bagi generasi muda. Di tengah berbagai keterbatasan, gadis itu membuktikan bahwa mimpi tetap bisa diperjuangkan selama ada tekad dan kemauan.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan agar dapat terus mengenyam pendidikan.
Sementara itu, rasa haru tak bisa disembunyikan dari wajah Asnah dan ibunya. Perhatian yang diberikan pemerintah daerah menjadi suntikan semangat baru bagi mereka untuk terus bertahan dan melangkah ke depan.
Kisah Asnah bukan hanya tentang seorang pelajar yang mengayuh sepeda menuju sekolah. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang keteguhan hati dalam mengejar masa depan, tentang harapan yang terus hidup di tengah keterbatasan, serta tentang uluran tangan yang hadir pada waktu yang tepat.
Kini, di setiap kayuhan sepeda yang membawanya menuju ruang kelas, terselip harapan baru bahwa perjuangannya tidak lagi berjalan sendirian.[]
Pontianak - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melalui program "Rembuk Tani" di Pontianak, Jumat…
JAKARTA | Pupuk Kujang, anak usaha Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus berperan dalam pengentasan…
LHOKSUKON –Sebanyak 15 rumah hancur diterjang angin kencang Jumat (5/6/2026) di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…
LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…
Padang – Pertamina Patra Niaga melaksanakan kegiatan Management Walkthrough (MWT) pada 1 s.d 3 Juni…
LHOKSUKON – Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…
This website uses cookies.