ACEH UTARA – Program vaksinasi Covid-19 untuk Kabupaten Aceh Utara hingga hari ini, baru mencapai 17 persen dari total 485.894 jiwa yang harus divaksin dalam kabupaten itu.
Kepala Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Hamdani, per telepon, Sabtu (18/9/2021) menyebutkan, untuk dosis satu dan dosis dua total masyarakat yang sudah divaksin sebanyak 84.602 jiwa.
“Itu sudah semua kategori, mulai dari tenaga kesehatan, lansia, remaja, masyarakat umum dan pelayan publik,” sebut Hamdani.
Dia mengaku, angka vaksinasi itu masih rendah dibanding kabupaten lainnya di Indonesia. Karena itu, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, sambung Hamdani mengintruksikan vaksinasi pelajar harus dipercepat. Setiap hari tim Puskesmas harus berkunjung ke sekolah untuk melakukan vaksinasi.
“Tentu harus bekerjasama dengan guru dan kepala sekolah. Soal izin dari orang tua pelajar juga harus ada. Maka, vaksinasi pelajar digencarkan sekarang. Kalau semua pelajar sudah vaksin, itu angkanya pasti besar,” kata Hamdani.
Selain itu, untuk pegawai negeri sipil, sambung Hamdani, seluruhnya sudah dilakukan vaksinasi. Hanya sebagian kecil tidak bisa divaksin, karena memiliki riwayat penyakit lain dan dilarang oleh tim dokter yang melakukan pemeriksaan saat vaksinasi.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Utara, Harry Laksmana, menyarankan agar program sosialisasi vaksinasi dibuat lebih kreatif. Sehingga muda dipahami masyarakat dan semua kelompok.
“Misalnya untuk kontek milineal, pola kampanye harus disesuaikan dengan umur mereka. Agar mereka mudah paham ini dampak positif vaksinasi. Jangan hanya disain spanduk saja, itu tidak menarik bagi milineal,” pungkasnya.
|MUL

Subscribe to my channel

