LHOKSEUMAWE – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Lhokseumawe dr Amroellah mendukung wacana pemerintah mengadakan vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin jenis pfizer untuk remaja usia 12-15 tahun.
“Saya menyambut baik wacana tersebut, bila memang bisa diterapkan, maka remaja kita bisa mengikuti vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari paparan Covid-19,”kata dr Amroellah di Lhokseumawe, Sabtu (5/6/2021).
Dikatakan dr Amroellah, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan saat ini sedang menunggu rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sedang menguji keamanan vaksin pada kelompok remaja.
“Wacana vaksinasi terhadap remaja sangat dibutuhkan karena hingga sampai sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir, bahkan penyebaran virus tersebut juga meningkatkan secara universal,”katanya.
Menurut dr Amroellah, pemerintah masih memiliki tugas besar, mengingat cakupan vaksinasi bagi kelompok dewasa dan lansia masih rendah. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan dukungan dan kerja keras untuk meningkatkan upaya tersebut.
“Masyarakat tidak perlu takut divaksin, karena vaksin jenis Sinovac ini terbukti aman dan sangat bermanfaat untuk membentuk kekebalan tubuh,”katanya.
Meski demikian, kata dia, walaupun sudah menjalani vaksinasi, masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Mari bersama-sama berperang melawan pandemi COVID-19 dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan,”katanya.
|MAS
LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih mendalami penyebab kebaran di Kompleks Jalan Perdede,…
LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memberlakukan layanan kesehatan gratis sesuai status desil kependudukan.…
LHOKSEUMAWE- Penyintas banjir yang kini menempati hunian sementara Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu,…
LHOKSUKON- Penduduk dengan status desil 8-10 di Provinsi Aceh resmi tidak lagi mendapatkan layanan kesehatan…
Rahmadani (50) duduk bersama korban kebakaran lainnya di bibir pantai Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan…
LHOKSUKON- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL_, Provinsi Aceh, menyatakan tidak siap mengelola Makan Bergizi Gratis (MBG)…
This website uses cookies.