Categories: FeaturedNews

Penyintas Banjir Lhokseumawe Desak Pemerintah Percepat Bangun Huntap

LHOKSEUMAWE- Penyintas banjir yang kini menempati hunian sementara Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mendesak Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk mereka.

Pasalnya, sejak menempati Huntara pada 19 Februari 2026 lalu, mereka mengalami kesulitan menjalani hidup. Pasalnya, saat hujan air masuk ke bagian dalam Huntara. Selain itu, mereka juga tidak lagi menerima bantuan bahan pangan dan bantuan lainnya.

“Maklumlah, bangunan ini sifatnya sementara. Pemerintah sebelumnya bilang hanya tiga bulan di Huntara, setelah itu rumah sudah siap dan bisa ditempati, kami belum tau kapan dipindahkan ke Huntara,” kata penyintas banjir Yusri, Jumat (8/5/2026).

Mereka akan direlokasi ke Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Namun belum diketahui apakah hunian itu mulai dibangun atau tidak.

“Tidak ada informasi lanjutan yang kami terima,” katanya.

Hal senada disebutkan penyintas banjir lainnya Jamaliah Yusuf. Dia berharap, segera menempati Huntap. Sehingga bisa hidup lebih tenang dibanding hunian sementara.

“Tolonglah dibantu hunian tetap untuk kami dipercepat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe, Taruna Satya Putra dihubungi terpisah mengaku tidak mengetahui perkembangan pembangunan hunian tetap untuk penyintas banjir.

“Belum dapat info saya,” jawab jurubicara Pemerintah Kota Lhokseumawe ini ringkas.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe Sayed Bakhtiar tidak menjawab pesan yang dikirimkan hingga berita ini ditayangkan.

Sekadar diketahui, Kota Lhokseumawe menjadi daerah paling kecil terdampak banjir di Provinsi Aceh. Jumlah penyintas banjir di Huntara hanya 67 kepala keluarga, tersebar di Desa Blang Naleung Mameh Kecamatan Muara Satu sebanyak 55 kepala keluarga, 10 kepala keluarga di Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat dan dua kepala keluarga di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

|MUMUL|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe,…

19 hours ago

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026…

20 hours ago

2 Sumur Bor Semburkan Gas dan Air Setinggi 40 Meter di Aceh Timur, Bupati Turun Tangan

IDI - Sumur bor yang baru saja digali di Desa Matang Keupula Sa dan Desa…

3 days ago

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana…

3 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sabet 7 Penghargaan ISRA 2026, Komitmen Nyata Kontribusi untuk Masyarakat

Medan - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut senantiasa tegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab…

3 days ago

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

Jakarta – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bertemu dengan Menteri Dalam Negeri…

4 days ago

This website uses cookies.