Categories: Wisata

Dyah Ikut Hijaukan BPSR Aceh Besar

JANTHO – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, menghijaukan lingkungan UPTD Balai Penanganan Sampah Regional (BPSR) di Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu, (21/3/2021).

Sebanyak 250 bibit pohon sirsak, pucuk merah dan tanaman bunga ditanam di lingkungan tersebut, dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawa ke-38, Hari Hutan Internasional dan Hari Kesatuan Gerak KE-49 PKK.

Ikut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, A Hanan, Kepala UPT Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Eko Nurwijayanto, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, dan sejumlah Kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Aceh.

Kegiatan penanaman pohon dan bunga tersebut merupakan agenda Tim Penggerak PKK Aceh, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh beserta sejumlah UPT dan Badan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Aceh.

Dyah mengatakan, penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia berharap kegiatan itu dapat membangkitkan rasa kepedulian dari semua pihak untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup Aceh, utamanya kelestarian hutan.

“Tadi saya tertarik, berdasarkan laporan saat ini Aceh merupakan salah satu provinsi yang pengurangan tutupan hijaunya tidak terlalu besar. Namun beberapa kali kejadian bencana yang terjadi harus kita akui kerusakan alam kita terhitung lumayan besar,”kata Dyah.

Oleh sebab itu, kata Dyah, penghijauan lingkungan hidup menjadi salah satu program Pemerintah Aceh. Bahkan ia sering mendorong Gubernur Aceh untuk melakukan berbagai program untuk merawat dan melestarikan kehutanan di Aceh, serta berbagai kegiatan penghijauan kembali lainnya.

“Saya juga minta kepada BPBA dan DLHK untuk menjalankan grand desain terkait pengembalian keutuhan lingkungan hidup, sebagai solusi mengatasi bencana alam kita,”kata Dyah.

Dalam kesempatan tersebut, istri orang nomor satu di Aceh itu berpesan agar ratusan pohon yang telah ditanam di lingkungan UPTD BPSR Blang Bintang tersebut dapat dirawat sebaik mungkin hingga dapat memberi manfaat untuk kehidupan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, A Hanan, mengatakan, kegiatan penanaman bunga dan pohon tersebut bertujuan memberi semangat kepada Rimbawan untuk terus menanam dan menjaga hutan secara lestari.

Hanan melaporkan, komplek UPTD Balai Penanganan Sampah Regional (BPSR) di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh itu memiliki lahan seluas 206 hektar. Sampai saat ini penggunaannya baru 40 hektar.

Setiap harinya, UPTD itu menampung sampah sebanyak 250 ton yang berasal dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Di tempat tersebut sampah diurai, baik untuk menjadi pupuk ataupun dimusnahkan.

Sementara itu, Kepala UPT Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Eko Nurwijayanto, mengatakan, saat ini Aceh masih menjadi provinsi dengan wilayah tutupan hutan terluas di Sumatera. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersyukur atas kelestarian hutan.

“Akan tetapi akhir-akhir ini, kondisi sekarang benyak sekali terjadi kebakaran hutan. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat akan lahan untuk penanaman tanaman pangan sangat tinggi,”ujar Eko.

Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat tidak lagi melakukan pembukaan lahan melalui pembakaran hutan. Sebab acap kali banjir terjadi akibat hilangnya kawasan resapan air dalam bentuk tutupan hutan.

|RIL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hanguskan 84 Rumah di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih mendalami penyebab kebaran di Kompleks Jalan Perdede,…

19 hours ago

Akhirnya, Lhokseumawe Terapkan Pemberlakuan Layanan Kesehatan Gratis Sesuai Desil Kependudukan

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memberlakukan layanan kesehatan gratis sesuai status desil kependudukan.…

23 hours ago

Penyintas Banjir Lhokseumawe Desak Pemerintah Percepat Bangun Huntap

LHOKSEUMAWE- Penyintas banjir yang kini menempati hunian sementara Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu,…

23 hours ago

Penduduk Desil 8 Resmi tak Lagi Mendapat Layanan Kesehatan Gratis di Aceh

LHOKSUKON- Penduduk dengan status desil 8-10 di Provinsi Aceh resmi tidak lagi mendapatkan layanan kesehatan…

1 day ago

Tangis Rahmadani dan Harapan dari Walikota Lhokseumawe Sayuti

Rahmadani (50) duduk bersama korban kebakaran lainnya di bibir pantai Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan…

2 days ago

Kita Dukung, Tapi Kami Tidak Punya Sumber Daya untuk Kelola MBG

LHOKSUKON- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL_, Provinsi Aceh, menyatakan tidak siap mengelola Makan Bergizi Gratis (MBG)…

3 days ago

This website uses cookies.