ACEH UTARA – Sebanyak 94 warga Rohingnya (sebelumnya tertulis 114 orang) akan dilepas ke laut setelah kapal mereka diperbaiki di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Mereka ditemukan nelayan terombang-ambil dan menjerit minta tolong di perairan Seunuddon, Aceh Utara.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Aceh Utara, Risawan Bentara, di TPI Bayu, Kamis (25/6/2020) kepada sejumlah wartawan, menyebutkan hasil rapat Muspida plus menyepakati mereka akan dilepas ke lautan melanjutkan perjalanan sesuai tujuan mereka.
“Apa yang disampaikan Forkompinda kita ikuti. Kita juga tes kesehatan mereka, apakah terpapar corona atau tidak. Semua protokol kesehatan kita ikuti,”katanya.
Saat ini, kondisi warga Rohingnya dalam keadaan lemas. Mereka diberikan makanan dan ditampung sementara di bekas Kantor Imigrasi, Punteut, Lhokseumawe, sembari menunggu perbaikan kapal.
Lalu saat didesak apakah Aceh Utara menolak menampung warga Rohingnya itu? “Semua tergantung Forkopimda. Kami tidak bisa menyebut menerima atau menolak,” terang Risawan.
Dilokasi yang sama, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, menyebutkan berbagai pertimbangan telah dilakukan untuk melepas kembali pengungsi tersebut ke laut.
“Setelah diperbaikan kapal tersebut, kita juga akan menpersiapkan bahan bakar untuk kapal tersebut dan kemudian direncanakan akan didorong kembali kapal tersebut dibawah pengawasan Polairud dan TNI Angkatan Laut untuk keluar dari perairan Indonesia,” pungkasnya.
|KCM

Subscribe to my channel

