LHOKSEUMAWE– Selama wabah corona atau Covid-19 melanda wilayah Indonesia sejak satu bulan yang lalu, maka ikut memberikan efek terhadap pedagang yang ada di Kota Lhokseumawe.
Salah seorang pedagang Kota Lhokseumawe Indra mengatakan, selama pandemi corona atau Covid-19, dagangannya sangat sepi sekali, diduga dikarenakan sejumlah faktor sehingga daya beli menurun.
“Saat ini daya beli menurun sekali, dugaan saya ini disebabkan karena masyarakat tidak berani keluar rumah. Selain itu, karena selama corona ini membuat pekerjaan masyarakat hilang, hingga berdampak pada persoalan perekonomian,” ujar Indra, sore ini.
Indra menambahkan, biasanya dalam sehari dagangannya itu bisa laku sebanyak Rp 2 juta dan bisa saja lebih, namun sejak corona mewabah maka dagangannya hanya laku sebanyak Rp 600 ribu saja.
Apalagi disaat Pemerintah Aceh memberlakukan jam malam beberapa waktu yang lalu, maka sangat berdampak sekali terhadap daya beli. Meskipun demikian, tidak menyurutkan semangatnya untuk berdagang.
“Meskipun disaat seperti ini, maka berdagang harus tetap lanjut. Semoga saja nantinya persoalan virus corona ini bisa segera hilang dan kita semuanya bisa kembali beraktivitas dengan normal,” tutur Indra.
Salah seorang pedagang lainnya Fazir Ramli menyebutkan, selama awal tahun 2020 ini, dagangannya sangat merosot sekali akibat daya beli rendah dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Apabila dibandingkan dengan tahun yang lalu, dalam seharinya dagangannya itu bisa laku di atas Rp 1 jutaan, namun saat sekarang ini hanya laku di bawah Rp 500 ribu saja dan sangat jauh sekali perbandingannya.
“Sepi sekali sekarang dan merosot abis, begini kondisinya. Semoga saja nanti bisa normal kembali seperti dulu,” kata Fazir.
|TG

Subscribe to my channel

