PolhukamWali Kota Lhokseumawe Tutup 4 Kafe Gara-gara Pengunjung Duduk Berdekatan

Wali Kota Lhokseumawe Tutup 4 Kafe Gara-gara Pengunjung Duduk Berdekatan

LHOKSEUMAWE | Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta merazia seluruh kafe di kota tersebut, Sabtu (11/4/2020) malam. Mereka menutup empat kafe karena melanggar aturan penerapan social distancing (pembatasan sosial) selama virus corona.

Keempat kafe itu yakni Coffe Time, Sovt Coffe, Beje Kupi dan Stasiun Coffe.

Kepala Hubungan Masyarakat Kota Lhokseumawe, Marzuki per sambungan telepon, Minggu (12/4/2020) menyebutkan, mereka dicabut izin operasional sementara. Saat razia bersama pejabat Muspida Plus Lhokseumawe, ditemukan kafe itu tidak membuat jarak antar meja  satu sampai satu setengah meter. Pengunjung ramai dengan duduk berdekatan. Tidak menyediakan wadah pencuci tangan dan hand sanitizer serta tidak mengenakan masker.

“Semalam mereka dibubarkan terus, pengunjung disuruh pulang setelah membayar tentunya. Ini sanksi penegakan hukum. Kita sudah ingatkan, agar mereka mengikuti aturan yang sudah dikeluarkan,” sebut Marzuki.

Mereka diminta untuk mendatangi Kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu Lhokseumawe untuk membuat surat pernyataan kesediaan mengikuti aturan tersebut pada Senin, 12 April 2020.

“Setelah itu baru bisa buka lagi warungnya, tentu mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Jika selama penutupan sementara masih juga bandel membuka warung, maka izin operasionalnya kita tutup permanen,” pungkasnya.

|KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)...

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil,...

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi...