Categories: Uncategorized

Ditengah Virus Corona, 7 Titik Panas Terpantau di Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak tujuh titik panas kembali terpantau di Provinsi Aceh, hal tersebut diakibatkan karena suhu udara yang mengalami peningkatan dan juga dipengaruhi oleh intensitas hujan yang sangat sedikit.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda Zakaria mengatakan, saat ini wilayah Aceh sudah memasuki musim kemarau dan puncaknya diperkirakan pada bulan Agustus mendatang.

“Saat ini wilayah kita sudah memasuki musim kemarau dan suhu udara juga terasa cukup panas, sehingga bisa menimbulkan titik panas yang tersebar disejumlah daerah. Apabila terus terjadi seperti ini maka bisa menimbulkan kabut asap,” ujar Zakaria, Minggu, 22 Maret 2020.

Masing-masing tujuh titik panas itu terdapat di, Kabupaten Aceh Tenggara 1 titik, Kabupaten Aceh Timur 3 titik, Kabupaten Bener Meriah 1 titik, Kota Lhokseumawe 1 titik dan Kota Subulussalam 1 titik panas.

Zakaria menambahkan, saat sekarang ini suhu udara mencapai 23 derajat celsius dan pada puncak musim kemarau mendapatang, diperkirakan suhu udaranya bisa mencapai 36,5 derajat celsius.

Berdasarkan hasil analisa maka musim kemarau untuk wilayah Provinsi Aceh, akan berakhir pada bulan September mendatang dan mulai memasuki musim penghujan, serta perlu diantasipasi terjadinya banjir.

“Suhu udara saat ini mencapai 33 derajat celsius dan saat puncak kemarau nantinya maka kami perkirakan bisa mencapai 36,5 derajat celsisus, suhu udara itu tidak termasuk kategori ekstrim,” tutur Zakaria.

Tambahnya, kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan metode membakar, karena bisa memicu terjadinya titik panas akibat lahan-lahan gambut yang sudah kering.

Apabila ingin membuka lahan, maka gunakanlah cara-cara yang ramah lingkungan. Apabila terjadi terdapat titik panas dalam jumlah yang banyak, maka nantinnya bisa menyebabkan terjadi kabut asap.

“Coba bayangkan saja, kena puntung rokok saja maka bisa menyebabkan terjadinya kebakaran lahan, karena memang lahan gambut sangat kering sekali, maka jangan buka lahan dengan cara membakar,” kata Zakaria.

|TG

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pengamat Unimal Minta Presiden Perkuat Kontrol Digital Program MBG

LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai persoalan terhambatnya operasional Program Makan Bergizi…

1 minute ago

Bupati Boleh Berganti, BUMD Tetap Merugi

Setiap kali Aceh Utara memasuki babak baru kepemimpinan, harapan masyarakat selalu sama: ekonomi daerah tumbuh,…

13 minutes ago

Aspikom Aceh Desak Percepat Peralihan Dosen PPPK jadi PNS

LHOKSEUMAWE — Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan status dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…

23 hours ago

Cairkan Dana, 30 SPPG Aceh Utara Beroperasi Kembali

LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Utara dipastikan kembali…

24 hours ago

PT Pupuk Iskandar Muda Sumbangkan 34 Kantong Darah untuk PMI Aceh Utara

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bersama staf dan karyawannya kembali menunjukkan kepedulian…

24 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Melalui Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat SPBU di Aceh Besar

Aceh Besar – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat aspek keselamatan…

1 day ago

This website uses cookies.