Categories: Uncategorized

Ancaman dari Sisi Bendungan Krueng Keureuto…

ACEH UTARA | Masyarakat Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, berharap pemerintah segera mengangkut kayu gelondongan di kawasan Bendungan Krueng Keureto di kawasan itu. Jarak antar desa ke lokasi kayu gelondongan itu sekitar 11 kilometer.

Dikhawatirkan, jika hujan deras dikhawatirkan kayu itu akan merusak pemukiman warga. “Apalagi kalau kayu itu menghantam dinding bendungan dan bendungan hancur, maka 11 kecamatan berpotensi tenggelam seluruhnya,” kata Keuchik (Kepala Desa) Blang Pante, Marzuki per telepon, Minggu (1/3/2026).

Sejauh ini, dia belum menerima informasi apakah Balai Wilayah Sungai Sumatera I Banda Aceh telah mulai mengangkut kayu itu. “Saya belum diberitahu apakah sudah dimulai angkut atau belum. Kami harap, diangkut segera, karena mengkhawatirkan nasib rakyat banyak,” terangnya.

Dia pun tak bisa membayangkan jika tumpukan kayu gelondongan sisa banjir itu menghantam bendungan dan merusak bendungan. Maka dipastikan seluruh rumah akan hancur.

“Separuh Aceh Utara teraliri Krueng (Sungai) Keureuto. Maka, sepanjang aliran sungai itu akan hancur seluruhnya, jika kayu itu tidak diangkut segera,” terangnya.

Hal senada disebutkan Abdul Hamid, warga Desa Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Dia pun khawatir jika kayu gelondongan sisa banjir itu terseret arus banjir dan merusak pemukiman penduduk.

“Kami harap segera diangkut. Jika lambat, kita khawatir kerusakan yang ditimbulkan lebih dahsyat dibanding banjir pada 26 November 2025 lalu,” pungkas Abdul Hamid.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Galapana DPR RI telah memfasilitasi pengangkutan kayu gelondongan itu dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I Banda Aceh. Lokasi penumpukan kayu ditentukan 10 hektare lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Satya Agung.

Kayu gelondongan itu terbawa banjir pada 26 November 2026 lalu. Luasnya diperkirakan tujuh hingga sepuluh hektare dengan kedalaman satu sampai dua meter. Kayu ini terus bergerak seiring hujan deras yang kerap terjadi di kawasan hutan itu.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Joget Berujung Sanksi Etik untuk 3 Satpol PP Bireuen

BIREUEN- Tiga personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kabupaten…

23 hours ago

Bank Indonesia Lhokseumawe Menang Setengah Lusin di Liga JPFC

Melaju ke Final Liga Eksekutif LHOKSEUMAWE– PS Bank Indonesia Lhokseumawe tampil luar biasa dengan mengalahkan…

24 hours ago

Pertamina Tambah Pasokan Bahan Bakar untuk Aceh

LHOKSEUMAWE- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan distribusi BBM guna memastikan…

1 day ago

Mantan Direktur BUMD Aceh Timur Divonis 5,5 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp 1,2 Miliar Atas Kasus Korupsi

IDI Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh memvonis 5 tahun 6 bulan penjara terhadap…

2 days ago

Waktunya Berburu Durian Buloh, Raja Buah Andalan Aceh Utara Diburu Wisatawan

SEJUMLAH petani berkumpul di sudut Desa Meunasah Buket, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

2 days ago

KJE FC Tumbangkan POP Polres 2-0 di Liga Eksekutif JPFC

LHOKSEUMAWE– Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0 atas POP Polres…

2 days ago

This website uses cookies.