LHOKSEUMAWE– Souvenir tas Aceh kini semakin mudah dibeli. Bukan hanya dijual di toko-toko souvenir, kinit as motif Aceh itu juga tersedia di sejumlah mini market di Kota Lhokseumawe.
Kepala Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Teuku Salahuddin AB, Sabtu (18/1/2020) menyebutkan, pengrajin di desa telah bekerjasama dengan sejumlah minimarket untuk memasarkan kerajinan khas Aceh tersebut.
Dia menyebutkan, desa yang puluhan tahun menjadi sentra pengrajin tas Aceh itu juga mulai memasarkan lewat media sosial. Sehingga, jangkauan pasar semakin luas. Pada akhirnya, Salahuddin berharap souvenir Aceh bisa mendunia dan semakin dikenal masyarakat Indonesia.
“Saya sendiri mempromosikan lewat berbagai cara. Agar penjualan semakin laris dan semakin mendekatkan produk ke masyarakat. Jadi tak perlu jauh-jauh ke sentra pengrajin, bisa beli di minimarket,” katanya.
Salah seorang pekerja minimarket di Lhokseumawe, Fitri, menyebutkan harga jual tas Aceh bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya. Tas Aceh yang tersedia di minimarket yang berlokasi di Jalan Darussalam, Lhokseumawe sangat lengkap, mulai tas tangan wanita, ransel, dompet, tas laptop, hingga cover.
“Mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 500.000 harga jualnya. Sangat tergantung ukuran dan modelnya,” sebut Fitri.
Dia mulai menjual tas Aceh itu sejak dua bulan terakhir. Biasanya tas Aceh dibeli untuk oleh-oleh pendatang ke kota itu.
“Sekarang mahasiswa juga banyak yang beli tas, buat digunakan sehari-hari ke kampus. Jadi ada perubahan tren, bukan sekadar oleh-oleh lagi, mulai dipakek untuk sehari-hari,” pungakasnya.
|FI

Subscribe to my channel

