Categories: Polhukam

Ribuan Mahasiswa Aceh Demo, Tuntut Transparansi Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE |Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus negeri dan swasta menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Lhokseumawe dan DPRD Aceh Utara, Kamis (3/10/2019). Aksi kali ini memuat isu lokal berupa kelangkaan pupuk yang terjadi setiap musim panen di dua daerah tersebut. Selain itu, mereka meminta politisi di dua daerah itu mengawal petisi yang telah disampaikan pada demonstrasi pekan lalu.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Pase, Arisky RM, di lokasi kejadian menyebutkan DPRD Aceh Utara dan DPRD Lhokseumawe harus membentuk panitia khusus untuk mengusut kelangkaan pupuk bersubsi yang terjadi selama ini.

“Kami minta dua DPRD ini mengawal petisi yang sudah kita sampaikan sebelumnya, yaitu mendesak presiden Jokowi membatalkan UU KPK hasil revisi dan membatalkan pembahasan RKUHP,” kata Arisky.

Untuk Aceh, mahasiswa mendesak agar pemerintah mengumumkan kuota pupuk bersubsidi. Sehingga masyarakat mengetahui penyebab kelangkaan.

“Soal irigasi juga harus diperhatikan. Ini masih banyak sawah tadah hujan, pemerintah harus pro petani,” katanya.

Sementara itu, Manajer Hubungan Masyarakat PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), Nasrun, menyebutkan masalah kelangkaan pupuk di Aceh Utara dikarenakan adanya pengurangan alokasi quota pupuk untuk Aceh sehingga berdampak untuk seluruh kabupaten/  kota yg ada di Aceh.

“Aceh Utara alokasi pupuk bersubsidi awalnya 9.000 ton. Sejak September 2019, dikurangi 300 ton, sehingga sisa hanya 700 ton untuk Aceh Utara. Ini sesuai surat keputusan dari Dinas Pertanian Aceh Utara,” katanya.

Realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi Aceh Utara hingga bulan September 2019 sebesar 5.338 ton dari total 6.700 ton atau (76.26%).

Untuk pengawasan pupuk bersubsidi, sambung Nasrun sudah ada lembaga pengawas yaitu KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk & Peptisida). “Selama ini yang mengawasi itu KP3, ketuanya di daerah ya sekretaris daerah. Jadi, lembaga pengawasnya ada. Kalau dibentuk panitia khusus lagi di DPRD ya agak rancu. Tapi itu kita hormatilah aspirasi yang ada,” pungkasnya. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Petugas…

7 hours ago

9 SPPG Lhokseumawe Tutup Sementara, Sekda ; Kami Surati BGN

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota…

7 hours ago

56 Huntara Rusak Karena Angin Kencang Belum Diperbaiki di Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 56 hunian sementara (Huntara) penyintas banjir yang rusak karena angin kencang pada 2…

8 hours ago

Bupati Al- Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA

Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025…

8 hours ago

Gunung Salak, Negeri di Atas Awan Menjadi Magnet Wisata Aceh Utara

BELASAN mobil berjejer rapi di depan kafe yang berdiri di puncak perbukitan Gunung Salak, Kecamatan…

8 hours ago

Viral, Penyintas Banjir Bertahan dalam Hujan di Aceh Utara

LHOKSUKON – Video seorang ibu dengan lima anaknya di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten…

18 hours ago

This website uses cookies.