Categories: News

BKSDA : Praktik Perburuan Harimau Sumatera Masih Terjadi

BANDA ACEH | Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh menyayangkan yang hingga kini satwa dilindungi masih diburu. BKSDA berharap kepada semua pihak agar-agar menjaga hewan dilindungi seperti harimau, gajah dan sebagainya.

“Saya apresiasi kepada jajaran Polres Aceh Utara yang telah berhasil mengungkap kasus perdagangan kulit harimau. Di sisi lain, kita sangat menyangkakan masih saja ada kejadian perdagangan satwa dilindungi. Mungkin di pelaku-pelaku itu belum ada kesadaran sama sekali,” kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo S.Hut, M.Si kepada media ini, Senin (30/9/2019).

Sapto mengatakan, Harimau yang masih ada di hutan Indonesia saat ini adalah Harimau Sumatera. Ini merupakan salah satu dari tiga jenis yang sudah punah. Harimau Bali dan Harimau Jawa saat ini sudah punah.

“Harimau yang diburu di Aceh yaitu Harimau sumatera. Kan di Aceh cuma tinggal satu jenis harimau sekarang dari tiga jenis yang ada di Indonesia. Harimau Jawa sudah punah, Harimau Bali sudah punah. Harimau sumatera ini harapan terakhir. Kalau terus diburu habitatnya akan punah juga suatu saat,” ujarnya lagi.

Sapto menambahkan, Harimau merupakan aset bangsa Indonesia yang punya peran sangat penting dalam proses ekosistem. Ketika nanti harimau sampai punah karena diburu, masyarakat akan perlu Harimau.

“Nantinya akan dibutuhkan masyarakat. Kaetika Harimau sudah punah, tidak ada predator untuk hama-hama seperti babi hutan. Sehingga masyarakat harus ikut berpartisipasi menjaga kelestarian alam,” sebutnya lagi.

Lanjutnya, BKSDA selama ini selalu mengadakan penyadaran masyarakat, kegiatan penyuluhan bahkan pihaknya saat ini sedang melakukan operasi sapu jerat, karena rata-rata memburu harimau dan gajah itu menggunakan jerat.

“Operasi jerat itu melibatkan 25 personel. Di sisi yang lain juga butuh dukungan masyarakat, karena begitu luas wilayah Aceh ini dan bila banyak masyarakat yang memasang jerat tidak dapat terpantau. Kalau kita tidak menjaga hewan dilindungi itu nanti apa lagi yang bisa kita tunjukkan pada anak cucu kita nanti,” tutur Sapto.

Menurut catatan BKSDA, sambungnya, kejadian pemburu satwa liar ini hampir rata-rata terjadi di Aceh, namun yang beberapa kali terjadi di Aceh yaitu Aceh Selatan kalau untuk satwa Harimau. Kemudian kemarin di Aceh Tengah dan sekarang di Aceh Utara.[]

(Penanegeri/Jamal) : Kulit Harimau Sumatera yang telah dikupas dari tubuhnya oleh para tersangka yang diperlihatkan dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Utara, Jumat (27/9/2019) kemarin.

|RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Cerita Petani Aceh Pascabanjir, Berjuang Pulihkan Sawah Sendiri, Hingga Ganti Padi jadi Sawit

Anzikri (28) warga Desa Blang Reuling Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (17/9/2026)…

2 days ago

Pencuri Nekat, KBO Satlantas Aceh Timur Dihantam Batu

ACEH TIMUR — Aksi dugaan pencurian kabel tower HT milik Polri di belakang Kantor Satuan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky dan Kapolres Perkuat Sinergi Pembangunan dan Kamtibmas Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi Kapolres…

3 days ago

BPBD Mengaku Tak Dilibatkan dalam Pembangunan Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara

LHOKSUKON- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengeluhkan sikap kontraktor atau…

3 days ago

Lobi Bupati Al- Farlaky, Pembudidaya Tambak Terima Benur Udang Vaname dari KKP

PEUREULAK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai mendorong pemulihan sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir…

4 days ago

Bupati Aceh Timur Tegas: Domino Dilarang, Celana Pendek Pria Tak Boleh Berkeliaran di Tempat Umum

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengeluarkan kebijakan tegas untuk menjaga penerapan…

4 days ago

This website uses cookies.