Categories: News

21 Kilometer Tol Aceh Masuk Kawasan Hutan

SIGLI | Direktorat Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitas Jalan Darat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut pembangunan jalur tol Banda Aceh-Sigli memakai kawasan hutan 21 kilometer (km) dari total sepanjang 74 km.

“Dari total 74 kilometer, ada kawasan hutan seluas 21 kilometer lebih di antaranya, dan efektif tanah milik masyarakat sekitar 50-an kilometer lebih,” terang Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, Alfisyah di Banda Aceh dikutip dari Antara, Sabtu (30/3/2019).

Kawasan hutan yang terkena yakni hutan produksi, seperti mulai dari Lamtamot di Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, hingga ke Padang Tiji di Kabupaten Pidie, Aceh dari total pembangunan jalan bebas hambatan ini terbagi ke dalam enam seksi.Terakhir kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK), dan di mulai dari areal HPK di empat kecamatan yang terdapat di Aceh Besar, meliputi Kuta Baro, Blang Bintang, Montasik hingga Indrapuri.

“Kawasan hutan ini, prosesnya kan izin pinjam pakai, kita sudah ada. Lalu tahapan pekerjaan tata batas kawasan hutan, ini pun sudah kita mulai,” ungkapnya.

Data pihaknya, PT Hutama Karya (Persero) telah melakukan pembayaran ganti rugi ke masyarakat senilai Rp 168,2 miliar untuk 965 bidang tanah dari total 3.586 bidang dengan memakai lahan seluas 856 hektare dan lebar 80 meter demi terealisasi pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli.

“Ada pun syarat pelaksanaan konstruksi itu, harus ada dilaksanakan patok batas-batas kawasan hutan. Dan ini sudah masih dibuat, dan telah bekerja di lapangan,” tutur Alfi.Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh, Fathurrahman tahun lalu mengaku pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli merupakan bagian dari jalan bebas hambatan di Pulau Sumatra dengan jarak melalui jalan arteri sepanjang 120 kilometer.

Ia mengatakan jalan bebas hambatan itu dibangun dengan titik awal ada di Kecamatan Baiussalam, Aceh Besar menuju Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh, yang memangkas jarak puluhan kilometer Banda Aceh-Sigli.

“Dari 853 hektare tanah untuk jalan tol ini, 250 hektare di antaranya berada di kawasan hutan produksi. Jalan tol yang masuk ke kawasan hutan produksi mencapai 21,3 kilometer. Izinnya sudah ada dari gubernur Aceh,” kata dia.  |ARA | DTC

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Murid Jatuh Menyeberang Rakit, Disdik Aceh Utara ; Berlakukan Kurikulum Darurat, Keselamatan Murid Paling Utama

LHOKSUKON– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memberlakukan kurikulum darurat untuk sekolah…

21 hours ago

Bupati Al- Farlaky Kukuhkan Pengurus DPC APDESI Aceh Timur 2026-2031

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi…

21 hours ago

Menempati Hunian Alakadar di Aceh Utara…

LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…

1 day ago

Para Kepala Desa Desak Pembangunan Huntap di Aceh Utara

Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…

2 days ago

PNL Perluas Kemitraan Internasional melalui Kolaborasi Strategis dengan Industri dan Institusi Pendidikan di Malaysia

MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…

4 days ago

This website uses cookies.