LHOKSUKON – Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh untuk waspada angin kencang selama tiga hari terakhir.
Prakirawan BMKG Bandara Sultan Malikussaleh, Aceh Utara, Ricky Nadiansyah kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026) menyebutkan secara umum tiga hari kedepan, Aceh Utara didominasi oleh cerah berawan, namun masih ada potensi hujan ringan-sedang di sore hingga malam hari
“Kecepatan angin normalnya antara 4-18 km/jam, namun memang untuk masyarakat dapat diantisipasi adanya pertumbuhan awan cumulonimbus, sehingga menimbulkan potensi angin kencang melebihi normalnya,” terang Ricky. Untuk itu, dia meminta masyarakat waspada akan angin kencang.
58 Huntara Rusak
Semenatara itu, dihubungi terpisah Camat Langkahan, Kabupaten Aceh Utaram Teuku Reza Ichwan mengatakan, hasil pendataan sebanyak 58 unit hunian sementara dan satu mushalla rusak karena angin kencang pada 2 Juni 2026 sore.
Rinciannya, sebanyak 36 unit huntara yang dibangun oleh BNPB di Desa Rumoh Rayeuk mengalami kerusakan, terdiri atas 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan. Sementara itu, di Desa Langkahan terdapat 5 unit huntara yang mengalami kerusakan ringan dan juga merupakan bantuan BNPB.
Selanjutnya, sebanyak 7 unit huntara dan satu unit musala yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum mengalami kerusakan di Desa Buket Linteung. Selain itu, 10 unit huntara yang dibangun BNPB secara in situ juga mengalami kerusakan, dengan rincian 4 unit rusak berat, 4 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan di Desa Geudumbak.
“Hari ini kita dirikan tenda darurat untuk penyintas banjir. Sedangkan untuk perbaikan kita laporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” katanya.
Saat ini, warga masih mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan beberapa warga mengalami luka ringan saat bangunan huntara diterjang angin kencang.
Reza menambahkan, musibah ini menjadi cobaan tambahan bagi para penghuni huntara yang sebelumnya merupakan korban banjir bandang pada November 2025. Hingga kini mereka masih menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap).
“Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyiapkan bantuan darurat guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa penanganan pascabencana,” pungkasnya
|KCM|MUAMMAR
BANDA ACEH – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak generasi muda yang…
SIBORONG-BORONG – Calandra dan Sativa Management bersama Queen Parrona Hotel Siborong-Borong resmi menandatangani komitmen Budget…
LHOKSEUMAWE – Rangkaian Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional Universitas Malikussaleh Bidikmisi Competition (PKMN UBC) Jilid VI…
#Dukung Pembangunan Masjid Baitul Hidayah Rp100 Juta ACEH TIMUR – Jembatan Keude Ong yang menghubungkan…
ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian situs bersejarah dan…
LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi…
This website uses cookies.