Categories: Edukasi

UIN Tawarkan Anak Kedua Ayah yang Hadiri Wisuda Almarhum Putrinya Masuk Tanpa Tes

BANDA ACEH|  Kisah Bukhari (59) mengikuti prosesi wisuda untuk menggantikan almarhunah putrinya Rina Muharrami membuat haru banyak orang. Pihak rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh kini memberikan undangan masuk UIN tanpa tes untuk adik Rina.

“Kita memberikan panggilan undangan untuk masuk ke UIN kepada adiknya pada saat nya nanti. Masuk melalui jalur undangan tanpa tes. Ini kita melihat ada adiknya yang sedang belajar di pesantren atau setara dengan SMA,” kata Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Menurut Warul, pemberian undangan itu sebagai bentuk penghargaan kepada orang tua Rina yang telah berjuang menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Selain itu, Rina juga meninggal saat tengah menuntut ilmu.

BACA JUGA : Ketika Rektor UIN Ar Raniry Datangi Rumah Ayah yang Hadiri Wisuda Alarmumah Putrinya

“Dia masih sedang berada di bangku kuliah. Dia meninggal pada 5 Februari lalu karena sakit, sehingga belum sempat merasakan yudisium dan mengikuti proses wisuda seperti teman-temannya yang lain,” jelas Warul.

“Kemudian sang ayah rela mewakili sang ananda untuk mengambil ijazahnya. Ini sebagai pertanda orang tua memberikan atensi dan perhatian yang sangat tinggi terhadap pendidikan anak. Bahkan Rina sudah tiada, tapi berkenan hadir untuk menerima ijazah yang dianugerahkan oleh kampus,” ungkap Warul.

Pihak rektorat juga sudah berkunjung ke rumah duka pada Kamie 28 Februari kemarin. Rektor menyerahkan baju toga kepada keluarga almarhumah Rina.

“Kami memberikan baju toga adalah sebagai wujud dari kecintaan semua komunitas kampus,” kata Warul.

Seperti diketahui, cerita tentang sosok almarhumah Rina dan kedatangan sang ayah untuk mewakili di acara wisuda diceritakan di situs UIN Ar-Raniry, Kamis (28/2/2019). Rina adalah mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Tarbiyah.

Rina menjalani sidang skripsi pada 24 Januari 2019 pukul 12.00 WIB. Tetapi, 13 hari setelahnya yaitu pada 5 Februari 2019 sebelum Subuh, perempuan kelahiran 16 Mei 1996 itu meninggal pada usia 22 tahun. Rina meninggal dunia setelah menderita penyakit tifus stadium akhir hingga berujung pada saraf. |DTC

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Yudo BI Lhokseumawe; Transaksi Digital Aceh Tidak Jelek-jelek Amat…

LHOKSEUMAWE - Penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah…

6 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Pelanggan Setia MyPertamina Lewat Aktivasi Menarik di SPBU

Medan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga…

7 hours ago

Satpol PP Aceh Utara Bantah Anggotanya Ambil Rokok dari Pedagang Saat Razia

LHOKSUKON– Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP& WH) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky: Isi Pembangunan Aceh dengan Damai, Perkuat Kewenangan Kekhususan

*Disampaikan dalam pidato peringatan di Madat. MADAT – Dua puluh satu tahun perdamaian Aceh bukan…

1 day ago

Bupati Al Farlaky Serahkan Simbolis 20 Mobil Truck untuk Koperasi Desa Merah Putih

ACEH TIMUR — Sebanyak 20 unit mobil pick up diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh…

2 days ago

Lensa Energi di Kabupaten Langkat: Membuka Cakrawala Lewat Kacamata

LANGKAT – Sebanyak 14 dari 65 siswa SDN 050775 Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, teridentifikasi mengalami…

2 days ago

This website uses cookies.