Ilustrasi palu hakim
LHOKSEUMAWE- Angka perceraian di Kota Lhokseumawe menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir. Di tahun ini hingga April 2026, tercatat sebanyak 58 kasus perceraian.
Panitera Mahkamah Syar’iah Kota Lhokseumawe, Fauzi mengatakan dibandingkan dengan tahun lalu, angka perceraian meningkat. Pada 2024, tercatat sebanyak 256 kasus perceraian. Jumlah tersebut naik menjadi 277 kasus pada 2025.
“Di tahun ini dari Januari-April 2026, tercatat 58 kasus perceraian, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan kecenderungan meningkat, meskipun data 2026 masih berjalan,” kata Fauzi, Sabtu (2/5/2026).
Dia menyebutkan faktor penceraian tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yang didominasi oleh salah satu pihak meninggalkan pasangan lebih dari dua tahun, persoalan ekonomi, serta perselisihan yang terjadi secara terus-menerus dan bahkan ada yang dipenjara.
Selain itu, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga menjadi salah satu faktor, meskipun jumlahnya relatif lebih sedikit.
“Kebanyakan yang cerai gugat diajukan oleh pihak istri. Adapun rentang usia pasangan yang mengajukan perceraian umumnya berada pada kisaran 25 hingga 52 tahun,”katanya
Dia menjelaskan sebagain besar pasangan sebenarnya telah menempuh upaya damai di tingkat gampong melalui tokoh masyarakat dan perangkat desa.
“Dikarenakan, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga perkara tetap berlanjut ke proses hukum,”pungkasnya.
|MUMU|
LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang tujuh meter di Desa Riseh Tunong,…
LHOKSEUMAWE| Puluhan mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mendemo Wali Kota…
Jakarta– PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional melalui penyediaan pupuk yang…
LHOKSUKON Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melansir sejumlah bangunan rusak…
Lhokseumawe — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan bertema “Green Disaster…
BANDA ACEH - Minat pelaku budaya untuk mengakses Dana IndonesiaRaya terus membeludak. Pendanaan ini tak…
This website uses cookies.