Categories: Polhukam

Jokowi Wajib Tunjukan Berkas Pembatalan Resmi Pembunuh Wartawan

BANDA ACEH | Presiden Jokowi telah membatalkan pemberian remisi bagi Susrama, narapidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Prabangsa. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh meminta Jokowi memperlihatkan bukti pencabutan remisi tersebut.

“AJI Banda Aceh dan AJI seluruh Indonesia memang sudah sejak awal melakukan aksi-aksi protes agar remisi itu dicabut. Hari ini dengan adanya informasi bahwa itu sudah diteken, saya pikir itu harus diperlihatkan fisiknya yang sudah diteken bahwa sudah sudah dicabut remisi tersebut oleh Jokowi pada 9 Februari,” kata Sekjen AJI Banda Aceh Afifuddin, Senin (11/2/2019).

Dokumen yang diteken Jokowi itu perlu diperlihatkan agar pekerja pers dan publik tidak menerka-nerka dengan kebenaran pencabutan remisi tersebut. Menurut Afif, hingga hari ini wartawan baru sebatas mendengar pencabutan remisi tapi belum melihat secara langsung suratnya.

“Jadi hari ini bukan hanya mendengar omongan, tapi presiden harus memperlihat jelas fisiknya bahwa ini sudah dicabut. Ini karena memang kalau belum dilihat fisik ini sama saja kita mengawang-awang bahwa ini sudah diteken. Segera harus diperlihatkan fisiknya,” jelas Afif.

Menurut Afif, AJI Banda Aceh menyambut baik pencabutan remisi terhadap Susrama. Selain itu, dia meminta agar tidak ada pihak-pihak yang cari panggung terkait keputusan presiden tersebut.

“Kita AJI Banda Aceh menyambut baik keputusan itu. Jauh hari AJI seluruh Indonesia sudah melakukan aksi-aksi protes dan bahkan dikumpulkan AJI seluruh Indonesia tanggal 1 di Jakarta untuk membahas bagaimana proses itu. AJI Banda Aceh salah satu dari 30 AJI di Indonesia yang mengirim utusan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mencabut remisi I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Alhasil, Susrama tetap harus menjalani hukuman penjara seumur hidup.

“Sudah, sudah saya tandatangani,” kata Jokowi di sela-sela Hari Pers Nasional di Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Kasus pembunuhan sadis itu terjadi pada 2009. Susrama membunuh wartawan Radar Bali, Prabangsa. Jurnalis senior itu kerap menulis dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan.

Mayat Prabangsa ditemukan di laut Padangbai, Klungkung, pada 16 Februari 2009, dalam kondisi mengenaskan. Susrama lalu ditangkap dan disidang dengan vonis penjara seumur hidup.|DTC

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Salurkan 118,9 Miliar untuk 5.318 Rumah Rusak di Aceh Timur

Pemerintah Kabupate Aceh Timur resmi menyalurkan Rp 118.935.000.000 atau 118,9 miliar bantuan dana u tuk…

12 hours ago

Ramai-ramai Warga Aceh Merubah Status Pekerjaan Demi Layanan Kesehatan Gratis

LHOKSEUMAWE – Ratusan masyarakat di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh merubah status pekerjaan di Kartu Tanda…

16 hours ago

Dream Hill Villa Bur Telege by Calandra Takengon Tawarkan Penginapan Terjangkau dengan Panorama Alam Memukau di Kabupaten Aceh Tengah

Bur Telege kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di dataran tinggi Gayo.…

18 hours ago

Bupati Al Farlaky Peusijuek Jamaah Haji 2026, Titip Doa untuk Daerah dan Kepemimpinannya

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si melakukan Peusijuek  calon jamaah haji…

2 days ago

Kajari dan Ayahwa Potong Senjata di Aceh Utara

ACEH UTARA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara memusnahkan barang bukti 77 perkara tindak pidana umum…

2 days ago

Dinsos Aceh Utara Beberkan Penyebab Desil Masyarakat Berubah dan Tidak dapat Layanan Kesehatan Gratis

LHOKSUKON- Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengungkapkan temuan yang memicu penyebab status desil…

2 days ago

This website uses cookies.