Categories: AdvertorialFeatured

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan irigasi yang rusak di Kecamatan Pante Bidari kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Banda Aceh. Usulan tersebut disampaikan setelah adanya laporan masyarakat dan hasil peninjauan lapangan yang menemukan sejumlah titik jaringan irigasi mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur, Irwin Akbar, S.TP., M.Si., dalam surat tertanggal 15 Juni 2026 menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada jaringan irigasi yang termasuk dalam Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye. Selain mengalami kerusakan fisik akibat banjir, saluran irigasi juga mengalami sedimentasi yang menghambat aliran air menuju areal persawahan masyarakat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian di sejumlah desa yang selama ini bergantung pada pasokan air dari jaringan irigasi tersebut.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan pada 11 Juni 2026, kerusakan irigasi terjadi pada jalur Arakundo hingga Grong-Grong di Kecamatan Pante Bidari. Akibat gangguan tersebut, sekitar 12 gampong dengan luas lahan pertanian mencapai kurang lebih 350 hektare terancam mengalami kesulitan memperoleh pasokan air irigasi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat musim tanam dan menurunkan produktivitas pertanian masyarakat setempat.

Daerah Irigasi Jambo Aye sendiri merupakan salah satu sistem irigasi terbesar di Aceh yang melayani kawasan pertanian di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur. Data Balai Wilayah Sungai Sumatera I menyebutkan bahwa DI Jambo Aye memperoleh sumber air dari Sungai Arakundo atau Sungai Jambo Aye dan memiliki potensi layanan puluhan ribu hektare lahan pertanian. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung sektor pertanian di wilayah pantai timur Aceh dan berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Kerusakan jaringan irigasi yang terjadi saat ini merupakan dampak lanjutan dari bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir tahun 2025. Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya telah melakukan berbagai langkah darurat, mulai dari pembersihan sedimen, rehabilitasi bangunan irigasi, hingga normalisasi saluran untuk memulihkan fungsi layanan air bagi petani. Bahkan pada awal 2026 dilakukan uji coba pengaliran air untuk memastikan sebagian jaringan kembali beroperasi.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Bupati Aceh Timur juga telah turun langsung meninjau lokasi jaringan irigasi yang rusak di Kecamatan Pante Bidari. Dalam kunjungan tersebut, bupati berdialog dengan masyarakat dan melihat secara langsung kondisi tanggul serta saluran yang mengalami kerusakan. Dokumentasi peninjauan tersebut turut dilampirkan dalam surat usulan normalisasi yang dikirimkan kepada BWS Sumatera I sebagai bahan pertimbangan percepatan penanganan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berharap Balai Wilayah Sungai Sumatera I dapat segera melakukan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi yang terdampak. Langkah ini dinilai penting agar fungsi irigasi kembali normal sehingga target penanaman padi masyarakat dapat terlaksana sesuai jadwal. Dengan pulihnya jaringan irigasi, petani di Kecamatan Pante Bidari diharapkan dapat kembali menggarap sawah secara optimal dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Aceh Timur.[]

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Saat Lansia Aceh Timur Diwisuda..

Aceh Timur – Sebanyak 53 lanjut usia (lansia) mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Kencana Senja dan…

24 hours ago

Pertamina Gandeng Lintas Instansi, Jamin Pasokan BBM Aceh Tetap Lancar

Banda Aceh– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Aceh…

2 days ago

Rasakan Penganan Lokal Aceh Timur di Festival Penajoh

IDI- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menggelar Festival…

2 days ago

Kontrak 1.982 PPPK Lhokseumawe Akhirnya Diperpanjang, Anggaran TPP Belum Tersedia

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memperpanjang kontrak 1.982 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…

3 days ago

Komisaris dan Direktur Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Layanan SPBU

Medan – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga…

4 days ago

Kebijakan RSU Cut Meutia Akan Diserahkan ke Pemko Lhokseumawe, Bupati Ayahwa : Belum Diserahkan Sebelum RSU Mukhtar Hasbi Refresentatif

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh merespon pemberitaan tentang rencana penyerahan operasional dan…

4 days ago

This website uses cookies.