WisataHmmm, Nikmatnya Miso Janda...

Hmmm, Nikmatnya Miso Janda…

LALU lalang kendaraan roda dua dan empat sepanjang hari terlihat di depan warung sederhana di Desa Meunasah Kumbang, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara,Sabtu (19/1/2019).

Lokasi itu persis di pinggir jalan lintas nasional, Medan- Banda Aceh, Kabupaten Aceh Utara. Jika melihat papan nama usaha ini, maka terkesan lucu dan unik. Pemilik usaha kuliner itu, Idarwati memberi nama-Miso Janda-mengutip status perkawinannya.

“Hahaha, memang saya janda,” jawabnya, saat ditanya mengapa memberi nama terbilang langka.

BACA JUGA : Capres untuk Kebebasan Pers

Wanita paruh baya ini memulai usaha itu sejak 15 tahun lalu. Perlahan, usahanya semakin dikenal. Belakangan, hubungan keluarganya memburuk. Sehingga dia memilih menjadi orang tua tunggal. Hingga masyarakat pun mengenalnya dengan sebutan Dar Janda.

“Saya pikir, status itu bagus juga buat nama usaha, mudah diingat juga. Maka saya buat Miso Janda,” katanya terbahak.

Seiring waktu, dugaan Dar-panggilan akrab Idarwati, usaha itu terus berkembang. Saat ini, dia mempekerjakan lima karyawan. “Awalnya saya sendiri. Alhamdulillah, peminatnya banyak dan nambah orang kerja,” sebutnya.

Lalu, apa kelebihan Miso Janda ini? “Saya perbanyak lemak sapi. Lemak ini kelebihannya. Bagi banyak orang yang datang kemari, katanya disitu letak enaknya dan bedanya. Yang bisa menilai kan konsumen,” ujarnya tersenyum.

Selain itu, soal harga miso ini terbilang ramah di kantong. Hanya dibandrol Rp 10.000 per porsi. Komplit dengan daging ayam, tahu, dan lemak sapi. Harga ini terbilang murah dan bisa dinikmati oleh seluruh pengunjung.

Sebagian masyarakat yang melintas di jalan Medan-Banda Aceh pun kerap singgah menikmati miso ini. Setelah keyang dengan miso dan aneka minuman yang disiapkan mulai jus hingga minuman kemasan, barulah pengunjung melanjutkan perjalanan.

“Sehari bisa habis 20 lebih ayam lah kalau buat dagingnya,” sebutnya.

Selain itu, harum miso itu kian menggugah selera. Harumnya terasa padu padan bumbu yang khas. Membangkitkan nafsu makan.

“Saya pastikan kuahnya harum dan gurih. Miso itu salah satu nikmatnya di kuah, plus mi yang lembut. Kalau dua itu bagus dijaga, diracik sedemikian rupa, mudahan pelanggan nggak kecewa,” katanya.
Dalam sehari, sejak pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB malam hari, Dar bisa menjual 35 kilogram mi. Untuk ayam, sekitar 20 ekor saban hari. Karena itu, hari-harinya dihabiskan menjaga warung itu.

“Namanya jualan, kadang cepat habis, kadang lambat. Tapi maksimal kita buka sampai pukul 22.00 WIB,” sebutnya.

Nah, jika melintas rute Banda Aceh – Medan, silakan singgah di warung itu. Di sana, Dar menjanjikan penganan yang nikmat. Selamat mencoba. |KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

Medan– Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS...

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...

9 SPPG Lhokseumawe Tutup Sementara, Sekda ; Kami Surati BGN

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan...

56 Huntara Rusak Karena Angin Kencang Belum Diperbaiki di Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 56 hunian sementara (Huntara) penyintas banjir yang...

Bupati Al- Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA

Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima penghargaan...