EdukasiMahasiswa Unsyiah Gagas Alat Penjernih Kabut Asap

Mahasiswa Unsyiah Gagas Alat Penjernih Kabut Asap

BANDA ACEH | Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggagas alat penjernih kabut asap. Alat ini digagas oleh Wahyu Wahidin (Teknik Kimia 2016), Muhandis Habiburrahim (Fakultas Hukum 2016), dan Wafi Shiddiq (Perencanaan Wilayah dan Kota 2018). Mereka mengembangkan sebuah video gagasan futuristik fonstruktif yang merupakan skim baru dalam  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tim didampingi oleh Dr. Sri Mulyati, S.T., M.T, dosen mata kuliah MKU Kebencanaan, yang juga dosen Jurusan Teknik Kimia.

Gagasan ini muncul karena keresahan Wahyu dan teman-teman terhadap dampak kabut asap yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan dan hutan. Bahkan di tahun 2019, tercatat 20 juta jiwa terpapar polusi. Selain itu, juga muncul berbagai macam penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), gangguan jantung, dan iritasi.

Dibutuhkan sebuah solusi agar masyarakat tetap dapat beraktifitas tanpa khawatir dengan kabut asap. Inovasi yang mereka ciptakan adalah alat smoke precipitator sebagai penjernih udara 4.0 berbasis aplikasi. Ide ini diadopsi dari sistem electrostatic precipitator yang selama ini sudah digunakan di dunia industri untuk menangkap debu atau partikel di pabrik.

Alat ini memiliki efisiensi di atas 90 persen dengan menerapkan prinsip yang serupa dan sedikit inovasi. Alat ini juga dapat digunakan untuk penjernihan udara yang dapat dipasang di ventilasi rumah yang terdampak kabut asap. Penggunanya dapat mengontrol alat melalui sebuah aplikasi android untuk memudahkan user mengidupkan, mematikan, mengukur temperatur, kelembaban, kualitas udara, cuaca, tekanan, arah angin, dan mengontrol laju alir udara masuk.

Untuk melihat keseluruhan gagasan mereka dapat dilihat melalui sebuah laman youtube dengan link sebagai berikut: https://www.youtube.com/watch?v=C9RniJNq-P4

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Nikmati Tari dan Kulineran di Festival Lhok Buloh Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 31 kelompok tari jenjang sekolah dasar dari...

Rembuk Tani Pupuk Indonesia, Menko Zulhas: Petani Senang karena Pupuk Lancar

Aceh Besar – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh...

Pengamat Unimal Minta Presiden Perkuat Kontrol Digital Program MBG

LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai...

Bupati Boleh Berganti, BUMD Tetap Merugi

Setiap kali Aceh Utara memasuki babak baru kepemimpinan, harapan...

Aspikom Aceh Desak Percepat Peralihan Dosen PPPK jadi PNS

LHOKSEUMAWE — Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan...