NewsSindiran Pendemo, Pak Wali Jangan Asik Ngopi...

Sindiran Pendemo, Pak Wali Jangan Asik Ngopi…

LHOKSEUMAWE | Aliansi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar aksi teatrikal di pintu utama  Kantor Walikota Lhokseumawe, Senin (27/7/2019). Mereka mengeritik kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Suaidi Yahya dan Yusuf Muhammad.

Dalam aksi itu mereka memperagakan diri sebagai  Walikota dan Wakil Walikota, Kepala Dinas dan ada yang juga menjadi pedangang. Adapun adegannya Pak Walikota sedang minum kopi bersama dengan kepala dinas, di sisi lain juga ada pedangan yang menjual ikan dan sayur-sayuran. Tiba-tiba datang anggota Satpol PP dan mengusir para pedagang tersebut. Sedangkan wali kota masih asik minum kopi.

Mereka juga membawa spanduk bertuliskan- Pak Wali Kota Jangan Asik Berjanji, Tapi Rakyat Perlu Bukti—dan sejumlah poster lainnya.

Koordinator Aksi, Muhammad Fadli menyebutkan Pemerintah Kota Lhokseumawe belum mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.”Belum ada peningkatan perekonomian masyarakat dan masih banyak insfrastruktur yang terbengkalai, maka hal itu mahasiswa mendesak agar Suadi Yahya dan Yusuf Muhammad bekerja dengan maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Seluruh infrastruktur yang terbengkalai harus segera difungsikan,misalnya pabrik garam di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Lapangan Upacara di Kecamatan Muara Dua, Pasar Ikan dan Pasar Sayur, Museum Kota Lhokseumawe dan TPI Pusong Lama, di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Mereka juga mendesak pemerintah tegas terhadap pegawai negeri yang bolos selama jam kerja.

Sementara itu, Plh Sekda Kota Lhokseumawe, Miswar Ibrahim, menyebutkan terkait pabrik garam di Kecamatan Blang Mangat, segera difungsikan. Anggarannya telah disediakan. “Dulu sempat dicuri orang sebagian bangunan itu, sudah dilaporkan ke polisi juga. Soal lainnya, kita akan evaluasi dan terus memperbaiki seluruh bagian untuk melayani rakyat,” pungkasnya.

Aksi itu mendapat pengawalan belasan polisi dan satuan polisi pamong praja. Setelah mendengar penjelasan Sekda, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. |MU

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Akhirnya, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Gadis Injak-injak Wajah Pelajar di Aceh Timur

IDI – Penyidik Polres Aceh Timur, Provinsi Aceh menetapkan...

365 Sekolah Rusak Karena Banjir Mulai Diperbaiki di Aceh Utara, Proses Belajar Direlokasi Sementara

LHOKSUKON – SEBANYAK 365 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD)...

Nah Lo, 6 Mobil Pemkot Lhokseumawe Masih Dikuasai Pensiunan Pejabat

LHOKSEUMAWE – Sebanyak enam mobil dinas dari sejumlah dinas...

250 Fotografer Muda Unimal Pamerkan Pesona Wisata Aceh

LHOKSUKON– Sebanyak 250 karya fotografi bertema destinasi wisata Aceh...