News13 Nisan Kuno Masa Kerajaan Samudera Pasai Ditemukan

13 Nisan Kuno Masa Kerajaan Samudera Pasai Ditemukan

ACEH UTARA | Sebanyak 13 batu nisan masa kerajaan Samudera Pasai diangkat dari dasar krueng (sungai) Pase, di Desa Murong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (3/3/2019). Kegiatan penyelaman dan eskavasi dimulai oleh tim Center For Information Of Samudera Pasai Heritage (CISAH)sejak pagi hingga sore.

Ketua CISAH, Abdul Hamid, Senin (4/3/2019) menyebutkan penemuan batu nisan pertama dilakukan oleh masyarakat. Setelah itu, masyarakat menyampaikan informasi itu pada tim CISAH dan dilakukan penggalian.

BACA JUGA : Catat, Pengumuman Hasil Seleksi Pegawai Setara PNS Diundur Jadi 12 Maret

“Setelah kita terima informasi itu kita ajak komunitas lain seperti Komite Peralihan Aceh (KPA), Komunitas Pelisa, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara,” sebutnya.

Awalnya, dua batu nisan pertama ditemukan. Setelah itu, tim menyelam dan menemukan batu nisan lainnya.

Dari 15 nisan yang ditemukan terdiri dari empat  pasang nisan, dan 7 fragmen nisan yang kondisinya patah tanpa pasangan. Dua pasang diantaranya memiliki inskripsi, dan satu pasang dipastikan memiliki epitaf yang menyebutkan pemilik makam.

Batu nisan itu akan diteliti secara detail untuk memastikan pemilik nisan dan pada abad keberapa. Pria yang akrab disapa Abel ini menduga batu nisan itu pada Abad ke 15 dan 16 masehi.

“Samudera Pasai kerajaan besar,  tentu banyak peninggalan menarik untuk dikaji dan dibagikan sebagai sarana edukasi pada masyarakat. Untuk itu, kita minta Presiden Joko Widodo menjadikan kawasan ini kawasan peninggalan budaya dan sejarah dunia,” pungkasnya. |KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di...

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak...

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas...

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan...

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di...