NewsMenjaga Hijau di Balik Energi Bersih: Rekind Ikut Pemulihan Lahan Disposal PLTP...

Menjaga Hijau di Balik Energi Bersih: Rekind Ikut Pemulihan Lahan Disposal PLTP Salak 7

SUKABUMI | PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku anggota joint operation kontraktor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak Unit 1×40 MW, Sukabumi, Jawa Barat, ikut serta dalam kegiatan penanaman 1.500 pohon Rosmala. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memulihkan area yang sebelumnya digunakan untuk mendukung aktivitas konstruksi proyek.

Penanaman yang dipusatkan di area Disposal Awi 14, Kamis (10/9), mendapat dukungan penuh dari PT Star Energy Geothermal (SEG) selaku pemilik proyek. Langkah bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan ini, ini sejalan dengan komitmen Rekind untuk senantiasa memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap tahapan pengerjaan proyek. “Dalam setiap pengerjaan proyek, kami selalu memitigasi setiap celah untuk mencegah potensi bencana dan dampak lingkungan di area pekerjaan, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem serta meminimalkan dampak aktivitas proyek terhadap masyarakat sekitar,” terang Dwi Novianto Project Manager Rekind untuk PLTP Salak Unit 7.

Rekind bersama mitra joint operation kontraktor, PT Timas Suplindo, memilih Area Disposal Awi 14 sebagai lokasi penanaman karena sebelumnya area tersebut digunakan untuk mengelola dan menampung material sisa galian tanah, batuan maupun material konstruksi yang dihasilkan dari aktivitas pekerjaan proyek. Setelah tidak lagi digunakan untuk kegiatan konstruksi, area tersebut secara bertahap dipulihkan melalui proses revegetasi.

“Ini merupakan komitmen kami, JO dan owner, untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan, sekaligus membantu menjaga kestabilan tanah dan mengurangi potensi erosi serta limpasan air permukaan,” terang Dwi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mengembalikan warna hijau pada lahan. Di tempat yang sebelumnya menjadi bagian dari denyut aktivitas proyek, kini mulai ditanam kembali harapan agar tanah, air, pepohonan, dan berbagai unsur ekosistem di sekitarnya dapat tumbuh berdampingan. Setiap bibit yang ditanam menjadi awal dari proses pemulihan, sekaligus penanda, jejak pembangunan dapat diikuti dengan langkah nyata untuk menjaga alam.

“Langkah yang kami lakukan hari ini juga menjadi pengingat, energi berkelanjutan bukan hanya tentang apa yang dihasilkan, tetapi juga tentang lingkungan yang dijaga. Menanam hari ini, menjaga masa depan,” tandas Project Manager SEG, RM Agus Saiddimman.

Setiap pohon yang ditanam merupakan investasi ekologis yang manfaatnya tidak berhenti pada hari ini. Diharapkan terus tumbuh, mengakar, menghijaukan lahan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang. Energi bersih dan lingkungan yang lestari memiliki keterikatan yang kuat. “Green Energy, Green Environment, semangat inilah yang menjadi landasan, pengembangan energi panas bumi perlu diiringi dengan tanggung jawab untuk memulihkan dan menjaga lingkungan di sekitar wilayah kerja proyek,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Dwi Novianto, program penghijauan ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Bibit pohon yang digunakan dibeli dari masyarakat di sekitar lokasi, sementara kebutuhan pupuk untuk mendukung perawatan tanaman juga diperoleh dari masyarakat setempat. Dengan demikian, kegiatan penghijauan tidak hanya memiliki dimensi ekologis, tetapi sekaligus membuka ruang partisipasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar proyek.

Untuk memastikan keberhasilan revegetasi, dilakukan dua bentuk monitoring. Pertama, pemantauan melalui tanaman representatif untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan tanaman dari waktu ke waktu. Kedua, pemantauan secara menyeluruh terhadap seluruh area penanaman guna memastikan tidak terdapat tanaman yang layu atau gagal tumbuh. “Apabila ditemukan tanaman yang tidak dapat bertahan, penggantian akan segera dilakukan sehingga keberhasilan penghijauan dapat terus terjaga,” tandas Dwi. |DIMAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Lewat Garang Kids U-12, Bupati Al- Farlaky Jaring Talenta Muda Atlet Sepak bola

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Soal Jembatan Bolong Viral, Sekda Aceh Utara Perintahkan PU Segera Perbaiki

LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, segera...

Unimal Perkuat Komunikasi Kader Gampong Paloh Punti untuk Tekan Stunting

LHOKSEUMAWE — Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat kapasitas komunikasi kader...

Viral, Jembatan Bolong Menuju SD Pedalaman Aceh Utara Membahayakan Murid

LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang...

Puluhan Mahasiswa Demo Walikota Lhokseumawe, Tuntut Jadup hingga Pembayaran Gaji PPPK

LHOKSEUMAWE| Puluhan mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh...