News14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan pembangunan 14 rumah atau hunian tetap penyintas banjir yang terbengkalai empat bulan lebih di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Lembaga negara menangaani rehabilitasi dan rekontruksi pascabanjir 26 November 2025 lalu itu kini sedang memikirkan cara melanjukan proyek rumah konsep Rumah Tahan Gempa (RTG) Rumah Instan Kuat dan Aman (Riksa).

“Kami sudah melakukan pengecekan terkait 14 unit Riksa itu, memang terdapat kendala dalam pelaksanaan pembangunan sehingga pekerjaan belum berlanjut dan pekerja di lapangan sudah tidak melanjutkan pekerjaan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB RI Berton Pandjaitan per telepon, Minggu (13/9/2026).

Dia menyebutkan, saat ini BNPB sedang melakukan langkah penyelesaian agar pembangunan dapat segera dilanjutkan. “Termasuk opsi pengambilalihan pekerjaan oleh pihak yang ditunjuk sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga kebutuhan penyintas menjadi prioritas dan pembangunan rumah dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Kasus itu sambungnya menjadi bagian evaluasi BNPB agar tidak terjadi lagi. “Kami juga akan memastikan persoalan pelaksanaan ini dievaluasi agar tidak kembali menghambat pembangunan bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Sebelumnya Keuchik (Kepala Desa) Blang Reuling menyebutkan, desa itu untuk tahap awal menerima 14 unit rumah dengan konsep Rumah Tahan Gempa (RTG) Rumah Instan Kuat dan Aman (Riksa). Total kebutuhan rumah sebanyak 68 unit.

“Dari 14 unit rumah itu, baru rampung 50 persen hanya dua unit. Selebihnya baru 10 persen. Sekarang sudah ditinggal pekerja empat bulan lebih,” kata Isbahanur.

Saat ditanya ke pekerja, sambungnya, mereka mengaku pulang dari proyek karena tidak menerima upah yang telah dijanjikan. Sehingga saat ini, proyek pembangunan rumah untuk korban banjir pada 26 November 2025 itu terbengkalai.

Rumah yang terbengkalai itu baru berdiri tiang besi dan fondasi rumah. Selebihnya hanya tanah kosong, tanpa atap dan dinding.

Sisi lain, sambungnya, untuk tahap dua, desa itu juga menerima 14 unit rumah dengan model yang sama. “Ini pun sampai sekarang belum rampung, sudah sebulan kerja. baru rampung sekitar 40 persen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Aceh Utara Muhammad tidak merespon hingga berita ini ditayangkan. Telepon dan pesan singkat yang dikirimkan tidak dijawab.|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh...

Enam Nama, Enam Gagasan di Bursa Rektor Unimal 2027–2030

LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030...

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai, Ayahwa: Rawat Warisan Peradaban Islam

ACEH UTARA – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten...

14 Rumah Penyintas Banjir Terbengkalai 4 Bulan di Aceh Utara, Tukang Pulang Mengaku Tak Digaji

LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir...