NewsCerita Korban Banjir Lhok Puuk, 10 Muara Baru, Tanpa Listrik dan Menunggu...

Cerita Korban Banjir Lhok Puuk, 10 Muara Baru, Tanpa Listrik dan Menunggu Relokasi

ACEH UTARA- Sebanyak 160 kepala keluarga korban banjir di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, hingga Selasa (3/2/2026) masih mengungsi di sepanjang jalan desa dan meunasah (mushalla).

Desa itu salah satu terparah rusak karena banjir dan abrasi pantai. Sebanyak 10 muara baru muncul, memutus jalan dan menghancurkan rumah penduduk.

“Satu dusun kami, Dusun Barat, sampai sekarang ini belum dialiri aliran listrik sejak banjir dua bulan lebih lalu,” kata Kepala Desa Lhok Puuk, Bachtiar.

Jalan menuju ke dusun itu sudah berubah muara laut. Ketika air laut surut, warga bisa menuju dusun. Namun ketika air laut pasang, jalan itu berubah menjadi muara. Untuk menuju dusun harus menggunakan perahu nelayan.

“Muara lainnya juga begitu. Desa kami terpecah-pecah sekarang ini. solusinya cuman satu, relokasi seluruhnya,” kata Bachtiar.

Tim survei dari pemerintah sudah datang meninjau lokasi relokasi yang disiapkan warga seluas 2,5 hektare di desa itu. Namun, biaya pembebasan lahan belum ditentukan. Harga tanah pun belum ditaksir oleh pemerintah.

“Tanah itu milik tiga warga, tentu semua warga sudah setuju relokasi. Jadi, kami harap bisa segera ditangani oleh Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB),” katanya.

Sebulan ini, upaya menutup dua muara baru telah dilakukan dengan menggunakan dua alat berat eksavator. Namun, saat air laut pasang, seluruhnya hancur total direndam air laut.

“Tadi saya terima informasi dari masyarakat, dua muara yang kita timbun susah payah itu sudah jadi muara baru lagi. Tenggelam oleh air laut,” jelasnya.

Untuk itu, dia berharap dipercepat relokasi sebagai lokasi pembangunan hunian tetap untuk korban banjir desa itu.

Huntara Baru Mulai
Sedangkan untuk hunian sementara, sambung Bachtiar, baru mulai dikerjakan dalam sepekan terakhir. Dia pun ikut mengontrol hunian sementara itu.

“Kami ingin dipercepat rampung. Tidak mungkin masyarakat mengungsi lagi di meunasah, karena akan digunakan buat shalat teraweh bulan Ramadhan,” katanya.

Sedangkan masyarkat korban banjir lokasi itu paling cepat pulih. Bahkan dua hari pascabanjir mereka kembali melaut. Maklum, seluruh masyarakat nelayan tradisional.

“Kalau masyarakat sudah mulai melaut lagi. Jadi, ekonomi masyarakat mulai pulih pelan-pelan. Hanya saja, soal rumah menjadi kendala utama,” pungkasnya.

Lhok Puuk sebelumnya sudah hancur karena abrasi pantai. Memutus jalan desa dan menenggelamkan rumah warga. Saat banjir 26 November 2025 lalu, lengkap sudah penderitaan warga pesisir ini. Mereka dihantam ombak dan banjir dalam waktu bersamaan. Kini, mereka menunggu relokasi, agar hidup nyaman tanpa khawatir akan berhadapan dengan air laut yang membentang luas di depan mata.

|KOMPAS

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

SDN 2 Dewantara Gelar Maulid, Kadis Pendidikan : Pendidikan Islami Modal Utama Anak …

ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumatera Utara, Kawal Penyaluran Energi

Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara...

Masa Sewa Huntara Berakhir Desember 2026, Nasib Ratusan Penyintas Banjir di Aceh Utara Mengantung?

ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir...

Di Musda Golkar, Al-Farlaky Buka Pintu Kolaborasi untuk Pembangunan Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Steam Blowing Rampung, Rekind Kawal PLTP Salak Unit 7 Menuju Commissioning

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) tengah mengawal pelaksanaan kegiatan...