ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak Partai Golkar memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan, perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi penghalang bagi seluruh elemen untuk bekerja demi kemajuan Aceh Timur.
Hal itu disampaikan Al-Farlaky saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Aceh Timur di The Royal Idi Hotel, Idi Rayeuk, Senin (26/10/2026).
Dalam pandangannya, Golkar merupakan partai yang memiliki karakter organisasi kuat dengan jaringan politik yang luas. Menurutnya, dinamika internal dalam sebuah partai merupakan hal yang wajar, terutama menjelang pelaksanaan musyawarah daerah.
“Golkar ini partai yang unik. Dinamika internalnya merupakan bagian dari proses organisasi, dan biasanya lebih terasa sebelum musda.Kita berharap semuanya bisa menyatu untuk menentukan arah organisasi ke depan,” kata Al-Farlaky.
Ia menilai, kekuatan jaringan Golkar yang telah terbangun selama bertahun-tahun merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, ia berharap seluruh kader mampu menjaga soliditas sekaligus memperkuat peran partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Al-Farlaky juga mengingatkan bahwa kiprah Golkar dalam perjalanan politik Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para kadernya di berbagai tingkatan pemerintahan. Ia berharap tradisi tersebut terus dipertahankan melalui kinerja dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Golkar memiliki jaringan yang kuat dan kader-kader yang bagus. Ini harus terus dijaga. Kita membutuhkan kolaborasi, karena pembangunan daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Semua pihak harus mengambil bagian sesuai dengan peran masing-masing,” ujarnya.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terbuka terhadap berbagai gagasan, usulan program, maupun aspirasi pembangunan yang dapat disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, keberadaan kader Golkar di lembaga legislatif, termasuk di tingkat nasional, menjadi peluang untuk memperjuangkan program-program strategis bagi Aceh Timur.
Pemerintah daerah, kata dia, siap membangun komunikasi dan membahas setiap usulan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kita tidak pernah menghambat usulan yang memang ditujukan untuk pembangunan Aceh Timur. Jika ada peluang membawa program nasional ke daerah, silakan dikomunikasikan. Pemerintah daerah sangat terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Al-Farlaky mengingatkan agar politik tidak semata-mata berorientasi pada transaksi kepentingan. Ia berharap partai politik lebih mengedepankan kualitas kader, gagasan, serta kemampuan memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Yang kita kedepankan bukan politik transaksional, tetapi politik yang berkualitas. Kader yang diberi amanah harus mampu membawa aspirasi masyarakat luas, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kader Golkar untuk terus menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, meskipun terdapat perbedaan pilihan maupun pandangan politik.
Menurut Al-Farlaky, persaingan politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi ketika menyangkut pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, semua pihak harus memiliki tujuan yang sama.
“Saya berharap teman-teman Golkar terus bersinergi. Jangan sampai perbedaan pandangan politik membuat kita kehilangan kesempatan untuk bekerja bersama. Kita sama-sama memiliki tanggung jawab membangun Aceh Timur yang kita cintai,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Al-Farlaky menyampaikan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Musda XI DPD Partai Golkar Aceh Timur.
“Kami berharap musyawarah tersebut menghasilkan keputusan terbaik, memperkuat soliditas organisasi, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Golkar semakin berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkas Politisi Muda Aceh ini.(*)

Subscribe to my channel

