LHOKSEUMAWE – Dua pekan beroperasi, Sekolah Rakyat Sekolah Menengah Pertama (SRSMP) 33 Kota Lhokseumawe, di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe penuh keterbatasan.
Kepala SRSMP 33 Lhokseumawe, Ayadi, dihubungi per telepon, Kamis (16/10/2025) menyebutkan, awalnya tujuh pelajar sekolah itu mengundurkan diri.
“Mereka sudah diganti dengan pelajar lainnya oleh tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI. Jadi sekarang sudah pas 75, terdiri dari 43 pria dan 32 wanita,” terangnya.
Alasan mereka mengundurkan diri karena tidak betah tinggal di asrama dan sebagian telah lulus ke sekolah lain.
Sarana pendukung pun belum memadai, seperti jaringan internet, bak penampung air kapasitas besar, dan generator set (genset). Semua itu, sambung Ayadi, sudah disampaikan ke Kementerian Sosial RI.
“Direncanakan dalam waktu dekat fasilitas pendukung segera dilengkapi Kementerian Sosial RI,”terangnya.
Untuk guru sambungnya saat ini tersedia 10 orang. Tiga mata pelajaran belum memiliki guru hingga saat ini yaitu mata pelajaran agama, IPA dan seni dan budaya.
“Kabarnya untuk guru agama segera disiapkan oleh Kementerian Agama RI. Namanya juga baru dua pekan beroperasi, wajarlah masih kurang sana-sini, tapi tiap hari kita koordinasikan dengan Kemensos,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, SRSMP 33 Lhokseumawe menempati eks Gedung Pendidikan dan Pelatihan, Pemerintah Kota Lhokseumawe di Jalan Elak, Kota Lhokseumawe. Sekolah ini bukan bangunan baru, namun bangunan yang telah sedia. Untuk sekolah rakyat tersedia dua kategori yaitu bangun baru dan gedung yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

Subscribe to my channel

