PolhukamUNHCR dan IOM Diminta Segera Evakuasi Rohingnya dari Aceh

UNHCR dan IOM Diminta Segera Evakuasi Rohingnya dari Aceh

ACEH UTARA- Sejumlah perangkatGampong di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara mendesak IOM dan UNHCR segeramemindahkan pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Balai Desa Kecamatan setempat.

Keuchik Cot Seurani, Fajri kepadaawak media, Rabu (23/11/2022) mengatakan keberadaan mereka (Rohingya) di balaidesa sangat mengganggu kegiatan dilakukan 24 Gampong di Kecamatan Muara Batu. Pasalnya,balai desa yang sering digunakan untuk musyawarah terkait pembahasan dana desadan pembangunan gampong tidak dapat lagi dimanfaatkan. Bahkan lokasi juga tidak layakdan aman untuk pengungsi Rohingya.

“Jadi kita mendesak agar mereka(Rohingya) segera dipindahkan sesuai dengan surat Kemenkopolhukam,”katanya. Sebelumnya, pihaknya juga sudah pernah mempertanyakan kepada pihak UNHCR. Kapan mereka akan dipindahkan.Bahkan, saat itu UNHCR meminta waktu selama tiga hari sambil melakukan koordinasi tingkat daerah hingga pusat.

Namun, hingga saat ini pengungsiRohingya belum dipindahkan ke lokasi penampungan sementara yang sudah ditunjukkan oleh Kemenkopolhukam di Lhokseumawe dan Aceh Timur.

Dari hasil rapat koordinasi sudah dilakukan kemarin, Fajri menyebutkan UNHCR minta agar pengungsi Rohingya tetap ditempatkan di Balai Desa hingga selesai dilakukan registrasi yangdiprediksikan akan selesai dilakukan dalam dua hari.

“Permintaan itu kami penuhi,jika setelah dilakukan registrasi dan Pengungsi Rohingya belum dipindahkan jadijangan salahkan warga jika nanti akan mengusir mereka dari balai desadikarenakan hingga saat ini tidak ada tanda-tanda mereka akan dipindahkan,”tegasnya.

Selain itu, Fajri meminta PemkabAceh Utara untuk mengambil sikap terkait keberadaan mereka (Rohingya) di BalaiDesa. Jadi pemerintah jangan lepas tangan dan melempar tanggung jawab kepadakami. Maka itu diharapkan agar segera mencari solusi untuk memindahkan mereka.

“Jika mereka tidak dipindahkan segera mungkin dikhawatir akan berdampak terhambat pembangunan desa, mengingat balai desa itu sering digunakan untuk dilakukan musyawarah dan pertemuan perangkat desa 24 Gampong di Muara Batu,”katanya.

|RIL|MUMUL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Nikmati Sensasi Menginap dan Ngopi dengan Panorama Pegunungan di Dream Hill Villa Burtelege Takengon

Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Kota Takengon, kini...

Bahasa Aceh dalam Krisis Identitas Generasi Z

Regita KSAlumni UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Bahasa Aceh merupakan salah...

Geuchik Joy : Pelantikan DPW PA Aceh Timur Langgar AD/ART, Massa Panglima Sago Turun ke Hotel Royal Idi Rayeuk

Aceh Timur– Jainuddin, S.E., yang akrab disapa Geuchik Joy,...

Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan Stok Pupuk Bersubsidi di Gorontalo

Gorontalo - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk...

PGRI dan Bunda Guru Dilantik, Bupati Al- Farlaky Targetkan Sekolah Cetak SDM Unggul Di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten...