ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, bercerita tentang kerugian akibat banjir yang terjadi 1-7 Januari 2022 di Kabupaten Aceh Utara. Pria yang akrab disapa Cek Mad ini menceritakan selain kebutuhan logistik, banjir juga merusak tanggul, sawah dan padi di depan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini.
Sehingga dibutuhkan dana besar untuk sektor rehabilitasi paska banjir. “Kita butuh dana sekitar Rp 1,6 triliun untuk rehabilitasi semuanya. Tanggul harus kita bangun permanen yang jebol-jebol itu. Banyak sekali kerusakan tanggul kita,” katanya.
Dia juga menceritakan, bantuan yang sudah ada selain logistik berupa bibit padi dari Kementerian Pertanian RI.
“Yang lainnya belum ada bantuan dari pusat,” katanya.
Menjawab Bupati, Menteri Sosial Tri Rismaharini akrab disapa Risma menyebutkan untuk bantuan logistik selama banjir, dirinya membentuk lumbung dibawah Dinas Sosial Aceh Utara.
“Kita bikin lumbung saja. Nanti jika sewaktu-waktu terjadi banjir lagi, soal logistik sudah tak ada kendala. Ini nanti dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Aceh Utara pembentukannya. Intinya, bantuan untuk korban banjir harus cepat pada waktu kejadian,” katanya.
Dia juga menyebutkan, timnya saat banjir Aceh Utara sudah berada di lokasi. Dia juga menjelaskan, soal bantuan uang tunai korban banjir meninggal dunia, tercatat empat orang dan masing-masing mendapat uang tunai Rp 15 juta.
“Dua korban di Aceh Utara dan dua di Aceh Timur. Jadi, jumlahnya itu standar seluruh Indonesia ya. Jangan dilihat nilainya ya,” kata Risma pada sejumlah wartawan di Desa Meuria, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara.
Sekadar diketahui banjir merendam Aceh Utara pada 1-7 Januari 2022. Tercatat 41 ribu pengungsi tersebar di 15 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara. Dua warga dilaporkan meninggal dunia.
|KC|RAJUL

Subscribe to my channel

