LHOKSEUMAWE | Sebanyak 36 warga Rohingya yang berada di kamp Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, dilakukan rapid test antigen oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Lhokseumawe, Rabu 24 Maret 2021.
Rapid test tersebut untuk dipindahkan etnis Rohingya ke Medan, Sumatera Utara, secara bertahap.
Sekretaris Dinas Kesehatan Lhokseuawe, Helizar di lokasi penampungan, mengatakan, untuk pemeriksaan kesehatan bagi warga Rohingya memang rutin dilaksanakan yang merupakan kerja sama IOM, BPBD, UNHCR dengan Dinkes. Kali ini pihaknya juga melakukan rapid test antigen untuk 36 pengungsi Rohingya yang akan dipindahkan ke Medan, Sumatera Utara. Jadi, sebelum pemindahan itu perlu diperiksa kondisi kesehatannya untuk melihat apakah mereka terinfeksi dengan Covid-19 atau tidak.
“Rapid test antigen ini rata-rata negatif dari Covid-19. Pemeriksaan juga termasuk tekanan darah, suhu tubuh yang dilakukan baik oleh dokter dari IOM maupun Dinkes Lhokseumawe terhadap 36 pengungsi Rohingya terdiri anak-anak dan dewasa,” kata Helizar.
Dia menambahkan, untuk jumlah pengungsian secara keseluruhan yang masih menempati di kamp ini pihaknya belum mengetahui secara pasti, tapi berdasarkan informasi diperoleh bahwa warga Rohingya yang berada di kamp BLK hanya berkisar 92 orang.
“Tetapi kita (Dinkes) selama ini bukan hanya melakukan rapid test untuk para pengungsi, di sini juga ada dilaksanakan pemeriksaan kesehatan seperti biasa pada hari tertentu,” ungkap Helizar.

Subscribe to my channel

