LHOKSEUMAWE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, sebentar lagi akan memiliki gedung Unit Tranfusi Darah (UTD) sendiri, bahkan pada tahun 2021 ditargetkan gedung tersebut sudah beroperasi.
Ketua PMI Kota Lhokseumawe Junaidi Yahya mengatakan, pembangunan gedung tersebut sangat penting sekali dan bertujuan untuk melayani darah maupun trombosit yang dibutuhkan masyarakat.
“Pembangunan gedung ini tujuannya untuk kemanusiaan, yaitu untuk melayani kebutuhan darah bagi masyarakat. Apalagi saat sekarang ini permintaan darah tergolong tinggi, untuk berbagai keperluan,” ujar Junaidi Yahya.
Junaidi Yahya menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Wali Kota Lhokseumawe, Tgk. Suaidi Yahya, karena telah banyak membantu sehingga proses pembangunan UTD tersebut bisa terealisasi.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup, karena setetes darah bisa menyelamatkan nyawa orang lain dan dampat lain yang bisa dirasakan akan membuat kesehatan selalu terjaga dengan baik.
“Jangan takut untuk donor darah. Percayalah, apa pun golongan darah anda, akan dibutuhkan oleh orang lain. Kami juga berterimakasih kepada Bapak Wali Kota Lhokseumawe, berkat dukungan beliau lah sehingga gedung UTD ini ada,” tutur Junaidi Yahya.
Sementara itu Direktur Perusahaan Paramitra Karya Tjipta, Heri Novan mengatakan, biaya untuk pembangunan gedung UTD tersebut sebesar Rp 5,5 miliar dan waktu pengerjaannya selama 6 bulan.
“Hari ini kami sudah melihat lokasinya dan juga telah dimulai melakukan pengerjaannya. Sementara untuk waktu pengerjaannya, maka selama 6 bulan kedepan,” kata Heri Novan.
|TI

Subscribe to my channel

